News

Sakir Ahmad Angkat Bicara Soal Tudingan Kepemilikan Lahan di Pulau Mor

7
×

Sakir Ahmad Angkat Bicara Soal Tudingan Kepemilikan Lahan di Pulau Mor

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPRD Halmahera Tengah, Sakir Ahmad.

kendali – Wakil Ketua DPRD Halmahera Tengah, Sakir Ahmad, akhirnya angkat bicara terkait isu kepemilikan lahan di Pulau Mor yang dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian publik.

Sakir menegaskan, sebagian lahan di kawasan strategis Pulau Mor telah dimilikinya sejak 2015, jauh sebelum muncul rencana pengembangan industri pariwisata di wilayah tersebut.

Ia membantah tudingan yang menyebut dirinya melakukan spekulasi lahan demi kepentingan pribadi. Menurutnya, isu tersebut tidak berdasar dan tidak berkaitan dengan rencana investasi pariwisata.

“Kalau ada yang bilang saya menggunakan dana perusahaan untuk membeli lahan itu, tentu tidak masuk akal karena saya membeli lahan tersebut untuk menanam kelapa,” ujar Sakir, dalam keterangan tertulisnya.(8/5/2026).

Di atas lahan tersebut, Sakir mengaku tidak membangun fasilitas pribadi yang bersifat tertutup. Ia mengatakan area itu sebelumnya dipenuhi semak belukar, kemudian dibersihkan dan ditanami kembali dengan pohon kelapa. Selain itu, ia juga membangun gazebo yang dapat digunakan masyarakat umum.

Menurut Sakir, gazebo tersebut kerap menjadi tempat singgah warga dari Patani, Weda, hingga Gane Timur yang berkunjung ke Pulau Mor. Lokasi itu juga sering dimanfaatkan para nelayan untuk berteduh.

Sakir menilai Pulau Mor merupakan aset bersama masyarakat Halmahera Tengah yang harus dijaga agar tetap memberikan manfaat bagi warga lokal di masa mendatang.

Ia mengaku tidak ingin akses masyarakat terhadap kawasan tersebut hilang apabila investasi pariwisata masuk dan menguasai wilayah itu sepenuhnya.

Karena itu, ia meminta setiap rencana investasi di Pulau Mor dibahas secara terbuka bersama masyarakat dan disertai kesepakatan tertulis yang melindungi hak publik.

Sakir juga mengajak pemerintah daerah, investor, dan seluruh masyarakat Halmahera Tengah untuk duduk bersama membahas masa depan Pulau Mor sebagai destinasi wisata unggulan daerah.

Menurutnya, Pulau Mor memiliki potensi wisata besar yang membutuhkan dukungan investasi agar fasilitas dasar seperti listrik, air bersih, telekomunikasi, dan infrastruktur wisata dapat berkembang sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Pulau Mor punya masa depan besar. Tapi pembangunan itu harus menghadirkan manfaat untuk rakyat. Saya ingin masyarakat tetap menjadi bagian dari rencana investasi ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *