Pop Culture

Toadore Festival Vol. III, Membawa Cerita Negeri Rempah Menyapa Kota Budaya

7
×

Toadore Festival Vol. III, Membawa Cerita Negeri Rempah Menyapa Kota Budaya

Sebarkan artikel ini
Flayer kegiatan Tidore Fest Vol III yang di laksanakan di Jogjakarta.

kendali – Toadore Festival Vol. III bakal memberikan sentuhan yang berbeda kali ini, melibatkan berbagai pelaku Ekraf juga para pelaku kesenian dari 17 Provinsi di Indonesia untuk turut memeriahkan, event ini dilaksanakan di Yogyakarta Kawasan Malioboro, pada 15-17 Oktober 2026.

Mengusung tema “Tidore Menyapa Yogyakarta: Dari Negeri Rempah untuk Kota Budaya”, festival ini menjadi ruang perjumpaan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Tidore sekaligus mempererat hubungan antar daerah melalui kreativitas, seni, dan kolaborasi.

Penyelenggara Event Toadore Festival Vol. III Fando menyampaikan kami menghadirkan empat rangkaian kegiatan, yakni Kalesang Kota, Gosip Kreatif, Pertunjukan Seni Nusantara, dan Panen UMKM Nusantara.

Keempatnya membuka ruang bagi masyarakat, seniman, komunitas kreatif, dan pelaku usaha untuk saling bertukar gagasan, menampilkan karya, serta mengenalkan potensi lokal kepada khalayak yang lebih luas.

“Melalui sesi Kalesang Kota, para peserta diajak berbagi pandangan mengenai pengembangan kota berbasis kreativitas dan budaya. Diskusi ini menghadirkan Ketua Umum Gekrafs Daerah Istimewa Yogyakarta, seniman, serta Koordinator ICCN Daerah Istimewa Yogyakarta”katanya.

Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana kreativitas dan kebudayaan dapat tumbuh bersama, tidak hanya sebagai identitas sebuah daerah, tetapi juga sebagai kekuatan yang menghidupkan ruang publik dan membuka peluang bagi masyarakat.

Suasana keberagaman semakin terasa melalui Pertunjukan Seni Nusantara yang menampilkan seni budaya dari 17 provinsi di Indonesia. Beragam ekspresi seni yang hadir menjadi gambaran kekayaan Nusantara, sekaligus pengingat bahwa perbedaan tradisi dan latar belakang dapat bertemu dalam satu ruang yang saling menghargai.

Di sisi lain, kami juga membuka UMKM Nusantara untuk memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk unggulan mereka.

“Ruang ini menjadi bagian penting dari upaya mempertemukan kreativitas dengan peluang ekonomi, sehingga kekayaan lokal tidak hanya dikenal sebagai warisan budaya, tetapi juga memiliki nilai tambah bagi masyarakat,”lanjut Fando.

Maka Melalui Toadore Festival Vol. III, Tidore membawa lebih dari sekadar pertunjukan seni ke Yogyakarta. Festival ini menjadi upaya mempertemukan cerita, gagasan, dan karya dari berbagai daerah, sekaligus membangun hubungan yang tumbuh melalui pertukaran budaya.

Dari Tidore sebagai negeri rempah hingga Yogyakarta sebagai kota budaya, perjumpaan ini diharapkan melahirkan kolaborasi berkelanjutan antara pelaku seni, komunitas kreatif, dan UMKM.

“Saya percaya ketika budaya diberi ruang untuk bertemu dan berkembang, warisan masa lalu dapat menemukan makna baru dalam kehidupan masyarakat hari ini,”pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *