kendali – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena iklim El Niño berintensitas sangat kuat yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berlangsung hingga awal 2027.
Imbauan tersebut disampaikan melalui surat yang dikeluarkan Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan, Ismail Dukomalamo, pada 12 Oktober 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kekeringan, berkurangnya ketersediaan air bersih, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta penurunan kualitas udara akibat asap dan debu.
Melalui imbauan tersebut, Ismail mengajak masyarakat berperan aktif dalam upaya pencegahan dengan menerapkan sejumlah langkah antisipasi di lingkungan masing-masing.
Masyarakat diminta tidak membakar sampah secara terbuka, baik di pekarangan rumah, lahan kosong, pinggir jalan, maupun tempat lainnya. Warga juga diingatkan agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di lahan kering, kebun, semak belukar, hutan, dan kawasan yang mudah terbakar.
Selain itu, pembakaran lahan, kebun, dan vegetasi untuk membuka atau membersihkan lahan perlu dihindari. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan asap, titik api, atau tanda-tanda kebakaran kepada pemerintah kelurahan atau desa, kecamatan, perangkat daerah terkait, maupun petugas pemadam kebakaran.
Dalam imbauan yang sama, Pemkot Tidore mengajak masyarakat mengelola sampah secara tertib melalui pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, dan pemanfaatan sampah. Pembakaran dinilai bukan solusi dalam penanganan sampah.
Masyarakat juga diminta menghemat penggunaan air bersih serta menjaga sumber-sumber air untuk mengantisipasi kemungkinan kekeringan. Sementara itu, apabila terjadi penurunan kualitas udara, kabut asap, atau peningkatan debu, warga dianjurkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama kelompok rentan.
Untuk memperoleh informasi terkini, masyarakat diharapkan memantau perkembangan cuaca dan kondisi lingkungan melalui BMKG, instansi lingkungan hidup, serta instansi terkait lainnya.
Ismail meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat yang telah menerima atau membaca imbauan tersebut untuk turut menyebarluaskan informasi kepada keluarga, rekan kerja, dan warga di lingkungan masing-masing.
“Kami mohon agar para ASN maupun masyarakat pada umumnya yang telah membaca imbauan ini dapat meneruskannya kepada keluarga, rekan kerja, dan masyarakat di lingkungan masing-masing agar upaya pencegahan dapat dilaksanakan secara bersama-sama,” ungkap Ismail.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Kota Tidore Kepulauan untuk bersama-sama mencegah kebakaran sejak dini, menjaga kualitas udara, menghemat air bersih, serta melindungi kesehatan masyarakat.
Menurutnya, kesadaran dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi dampak El Niño demi mewujudkan Kota Tidore Kepulauan yang aman, nyaman, ramah, dan lestari.













