News

Staf Ahli Wali Kota Tidore Hadiri Pembukaan Pendidikan Bintara Polri 2026, Titip Pesan untuk Calon Siswa

16
×

Staf Ahli Wali Kota Tidore Hadiri Pembukaan Pendidikan Bintara Polri 2026, Titip Pesan untuk Calon Siswa

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Tidore Kepulauan, yang diwakili Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, H. Abdul Hakim Adjam, S.IP, M.Si melakukan tradisi Siraman Air Kembang kepada calon anggota Polri.

kendali  – Wali Kota Tidore Kepulauan yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, Abdul Hakim Adjam, menghadiri upacara pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku Utara, Kelurahan Gurabati, Senin (20/7).

Upacara dipimpin Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman dan mengusung tema “Membangun Ketangguhan Pendidikan Polri yang Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif.”

Sebanyak 84 calon siswa Bintara Polri dari berbagai kabupaten/kota di Maluku Utara akan menjalani pendidikan selama lima bulan di SPN Polda Maluku Utara.

Dalam kesempatan itu, Abdul Hakim berpesan kepada seluruh peserta, khususnya calon siswa asal Kota Tidore Kepulauan, agar mengikuti pendidikan dengan sungguh-sungguh dan menjaga nama baik daerah serta keluarga.

“Ikuti pendidikan ini hingga selesai, serap seluruh ilmu yang diberikan, dan jadilah abdi negara yang mampu mengayomi masyarakat. Jangan pernah mengecewakan daerah maupun orang tua,” pesannya.

Sementara itu, amanat Kapolri yang dibacakan Kapolda Maluku Utara menyebutkan bahwa pendidikan pembentukan Bintara merupakan program strategis Polri untuk membentuk personel yang profesional, bermoral, berintegritas, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kapolda menjelaskan, secara nasional pendidikan Bintara Polri tahun ini diikuti 4.799 peserta, terdiri atas 709 polisi wanita yang menjalani pendidikan di Sepolwan Lemdiklat Polri dan 4.090 polisi pria di 31 SPN Polda di seluruh Indonesia selama lima bulan.

Ia juga menekankan pentingnya moral dan integritas sebagai fondasi utama setiap anggota Polri serta menginstruksikan seluruh tenaga pendidik dan pengasuh untuk melaksanakan proses pendidikan secara profesional, humanis, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan.

Upacara pembukaan ditutup dengan prosesi penyiraman air kembang kepada perwakilan siswa oleh Kapolda Maluku Utara, yang dilanjutkan dengan penyiraman air kembang oleh orang tua kepada anak-anak mereka sebagai simbol doa dan restu sebelum menjalani pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *