Kendali – Sebanyak 63 volunteer terlibat dalam mengawal pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yang akan digelar di Kota Ternate, Maluku Utara, pada 26–29 Agustus 2026.
Rakernas XII JKPI merupakan bagian dari agenda tahunan Jaringan Kota Pusaka Indonesia. Tahun ini, Kota Ternate dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan yang akan diikuti perwakilan kota pusaka dari berbagai daerah di Indonesia.
Koordinator Volunteer JKPI 2026, Eka Fitrawati, mengatakan kegiatan tersebut akan dihadiri perwakilan dari sekitar 51 kota pusaka di Indonesia. Hingga saat ini, sekitar 800 peserta telah dikonfirmasi akan hadir.
Menurutnya, keberadaan volunteer menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan selama empat hari pelaksanaan Rakernas. Volunteer terpilih kemudian dibagi menjadi 10 devisi, diantaranya: Program Event Experience, Event & Stage Support, Venue Field & Decoration Support, Participant Service & Information, Media & Documentation, Heritage & Cultural Experience, Communication & Creative Content, Administration & Finance, Volunteers Care & Logistics dan Data, KPI & Outcoming Monitoring.
“Kami membutuhkan volunteer untuk turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Seluruh rangkaian kegiatan selama empat hari akan kami bagi kepada masing-masing peserta untuk ikut terlibat. Kami juga mengapresiasi adanya volunteer yang mendaftar dari luar daerah,”tuturnya.
Ia menjelaskan, proses rekrutmen volunteer dilakukan melalui pendaftaran daring. Dari ratusan pendaftar yang mengikuti proses seleksi dan wawancara, sebanyak 63 orang dinyatakan lolos dan akan terlibat langsung dalam pelaksanaan Rakernas XII JKPI.
Volunteers yang terlibat mulai dari mahasiswa, perwakilan organisasi, komunitas dan akademisi muda. Hal ini bertujuan untuk membuka kesempatan bagi generasi untuk ikut serta merasakan dan menyukseskan kegiatan JKPI XII di Ternate
Eka berharap, keterlibatan para volunteer tidak hanya sebatas membantu teknis pelaksanaan kegiatan, tetapi juga menjadi ruang belajar dan pengembangan diri.
“Menjadi volunteer di Rakernas JKPI 2026 bukan sekadar terlibat dalam kegiatan, tetapi juga menjadi ruang praktik sekaligus tempat kita sama-sama belajar mengaktualisasikan diri,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh volunteer terpilih untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menggali pengalaman dan membangun jejaring selama kegiatan berlangsung.
“Untuk 64 volunteer yang sudah terpilih, mari turut ambil bagian dalam proses kegiatan JKPI ini. Kita belajar bersama dan mengeksplorasi pengalaman masing-masing,” terang Zandry.













