News

Bappenas Silaturahmi ke Kesultanan dan Pemkot Tidore Bahas Pembangunan Sofifi Sebagai Ibu Kota Provinsi Maluku Utara

83
×

Bappenas Silaturahmi ke Kesultanan dan Pemkot Tidore Bahas Pembangunan Sofifi Sebagai Ibu Kota Provinsi Maluku Utara

Sebarkan artikel ini
Foto Bersama Sultan Tidore Husain Syah, Wakil Walikota Tidore Ahmad Laiman bersama Perwakilan Bappenas, Di kadaton Kesultanan Tidore. Foto ; Humas

kendali – Pembangunan Sofifi sebagai Ibu Kota Provinsi Maluku Utara tidak dapat dipisahkan dari Kesultanan Tidore dan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan. Secara geografis, Sofifi berada di wilayah adat Kesultanan Tidore sekaligus dalam administrasi Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, saat mendampingi Sultan Tidore Husain Alting Sjah dalam pertemuan bersama Direktur Pembangunan Indonesia Timur Bappenas, Ika Retna Wulandary, di Kedaton Kesultanan Tidore, Kamis (23/10/2025).

Menurut Ahmad Laiman, sejak Sofifi ditetapkan sebagai Ibu Kota Provinsi Maluku Utara, posisinya tidak terlepas dari sejarah administratif Tidore yang sebelumnya masih menjadi bagian dari Kabupaten Halmahera Tengah.

“Sofifi berada di wilayah Kesultanan Tidore dan menjadi bagian dari administrasi Pemerintah Kota Tidore. Namun, kami tidak pernah merasa menguasai segalanya. Justru kami berharap rencana pembangunan ini dapat berjalan bersama demi kemajuan Sofifi,” ujar Ahmad Laiman.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Tidore saat ini berfokus pada pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya dan alam sebagai daya tarik utama bagi masyarakat luas.

“Kami berharap pembangunan kawasan Ibu Kota Sofifi juga memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Maluku Utara, khususnya masyarakat Sofifi. Pemkot Tidore akan terus mengembangkan potensi wisata dan budaya yang dimiliki,” tambahnya.

Sementara itu, Jou Sultan Tidore Husain Alting Sjah menegaskan bahwa Sofifi merupakan wilayah adat Kesultanan Tidore sekaligus bagian dari administrasi Kota Tidore Kepulauan. Karena itu, pembangunan kawasan ibu kota menjadi langkah strategis dalam percepatan infrastruktur Provinsi Maluku Utara.

“Dahulu Sofifi masih berstatus dusun, namun akhirnya disepakati sebagai Ibu Kota Provinsi Maluku Utara. Sebagai masyarakat adat, kami berharap kehadiran Ibu Direktur dari Bappenas dapat membawa perhatian khusus bagi Tidore yang memiliki peran besar dalam sejarah NKRI,” tandas Sultan Husain.

Di sisi lain, Direktur Pembangunan Indonesia Timur Kementerian PPN/Bappenas, Ika Retna Wulandary, menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk menyusun master plan pembangunan kawasan Ibu Kota Sofifi agar lebih terintegrasi.

“Selama ini sudah banyak dokumen perencanaan, namun belum terintegrasi. Tujuan kami adalah menyatukan semua dokumen tersebut menjadi acuan dalam master plan yang komprehensif,” kata Ika.

Ia menegaskan pentingnya memperhatikan aspek budaya dan historis dalam pembangunan Sofifi.

“Di Maluku Utara, aspek kesultanan merupakan bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari perencanaan pembangunan, terutama dari sisi budaya dan adat istiadat,” jelasnya.

Ika menambahkan, pada tahap pra-master plan, Bappenas memprioritaskan penataan dan pengembangan kawasan yang berkelanjutan. Targetnya, fase pertama rampung pada akhir 2025 dan disempurnakan pada 2026.

Dukungan juga datang dari Perangkat Kesultanan Tidore, Ishak Naser, yang menegaskan komitmen kesultanan dalam mempercepat pembangunan Sofifi.

“Kesultanan Tidore sepenuhnya mendukung percepatan pembangunan kawasan Ibu Kota Sofifi agar memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Ishak.

Kunjungan kerja tersebut diterima langsung oleh Sultan Tidore Husain Sjah, para jojau dan bobato Kesultanan Tidore, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *