News

Usai Dilantik, IDI Maluku Utara Teguhkan Komitmen Pemerataan Dokter dan Kesejahteraan Profesi

17
×

Usai Dilantik, IDI Maluku Utara Teguhkan Komitmen Pemerataan Dokter dan Kesejahteraan Profesi

Sebarkan artikel ini
Ketua IDI Cabang Kota Tidore Kepulauan, dr. Megawati Abubakar, Sp.JP, FIHA,

kendali – Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Maluku Utara periode 2026–2029 bersama pengurus IDI cabang kabupaten/kota se-Maluku Utara resmi dilantik di Hotel Sahid Bela Ternate, Minggu (20/9/2026).

Pelantikan ini menjadi momentum memperkuat soliditas organisasi sekaligus mendorong kolaborasi dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan, khususnya pemerataan tenaga dokter, kesejahteraan profesi, dan akses layanan spesialistik.

Ketua IDI Cabang Kota Tidore Kepulauan, dr. Megawati Abubakar, Sp.JP, FIHA, mengatakan IDI perlu mendorong langkah konkret agar dokter dapat didistribusikan sesuai kebutuhan dan beban pelayanan.

“Persoalan bukan hanya bagaimana menambah dokter, tetapi bagaimana mendistribusikan dan mempertahankan dokter di tempat yang paling membutuhkan,”tuturnya.

Menurut dr. Mega, pemetaan kebutuhan dokter dapat dilakukan berdasarkan beban kerja melalui WISN (Workload Indicators of Staffing Need), sehingga distribusi tenaga tidak hanya berdasarkan jumlah Puskesmas, tetapi juga kebutuhan pelayanan.

Ia juga menekankan bahwa kesejahteraan dokter merupakan bagian penting dalam mempertahankan keberlangsungan pelayanan kesehatan di daerah.

“Kesejahteraan dokter bukan sekadar penghargaan, tetapi investasi daerah untuk mempertahankan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,”ungkapnya.

Selain itu, IDI Cabang Kota Tidore Kepulauan mendorong penguatan jejaring visiting specialist dan telemedicine sebagai salah satu upaya mendekatkan pelayanan spesialistik kepada masyarakat kepulauan.

“Kita tidak selalu bisa mendekatkan pasien ke rumah sakit rujukan. Tetapi kita bisa mendekatkan layanan spesialistik kepada pasien,” pungkas dr. Mega.

Ia berharap pelantikan ini menjadi awal penguatan sinergi antara IDI, pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, rumah sakit, dan Puskesmas untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat, merata, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *