kendali – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai mematangkan persiapan perencanaan calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2027 di Provinsi Maluku Utara. Langkah ini dilakukan melalui kegiatan pembekalan bagi para mitra pembangunan sebelum melaksanakan survei langsung ke lapangan.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 27–29 Oktober, tersebut diisi dengan diskusi, pembekalan materi, hingga simulasi bagi seluruh peserta sebagai persiapan sebelum melakukan identifikasi dan penilaian calon lokasi pembangunan KNMP.
Pembekalan ini menghadirkan tiga fasilitator dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, yakni Helmy Harsani, S.Kel., Dani Saepuloh, dan Adrian Siwambha Anugraha.
Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara Djunaidi Rais dalam penyampaiannya mengatakan, Maluku Utara memiliki potensi sumber daya perikanan yang melimpah. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, terutama bagi masyarakat pesisir.
Menurutnya, program Kampung Nelayan Merah Putih menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mendorong pembangunan kawasan pesisir, termasuk desa-desa nelayan yang masih membutuhkan fasilitas pendukung aktivitas perikanan.
Karena itu, penentuan calon lokasi pembangunan KNMP harus dilakukan secara cermat dengan mengacu pada data yang akurat serta kondisi riil di lapangan.
Ia juga menyebutkan, terdapat 103 Kampung Nelayan Merah Putih di Maluku Utara. Untuk itu, para mitra yang nantinya bertugas melakukan survei diharapkan dapat membangun kerja sama yang baik agar pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perikanan Tangkap (Dirjen PAK) Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui zoom, Komjen.Pol ( Purn.) Drs. Lotharia Latif, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses persiapan survei calon lokasi KNMP.
Ia menegaskan, survei lapangan merupakan tahapan penting untuk memastikan kesiapan setiap lokasi sebelum pembangunan dilaksanakan. Program KNMP sendiri menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui penguatan infrastruktur dan fasilitas pendukung sektor perikanan.
Latif juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, peneliti, dan mitra pembangunan dalam proses penyiapan lokasi.
Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan tidak sekadar menghasilkan laporan survei, tetapi juga melahirkan rekomendasi yang berkualitas dan dapat dijadikan dasar dalam pengambilan kebijakan.
Dengan pembekalan ini, proses survei calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih Tahun 2027 diharapkan dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat pesisir di Maluku Utara.













