News

Dinkes Tidore Perbarui Hasil Pengukuran Kualitas Udara, Sejumlah Sekolah Berstatus Sangat Tidak Sehat

8
×

Dinkes Tidore Perbarui Hasil Pengukuran Kualitas Udara, Sejumlah Sekolah Berstatus Sangat Tidak Sehat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Gambar lingkungan buruk, Foto : Pinterest.

kendali  — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tidore Kepulauan kembali memperbarui hasil pengukuran kualitas udara per 19 Oktober 2026. Hasil pemantauan menunjukkan sejumlah sekolah terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dengan kualitas udara berstatus tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

Pengukuran yang dilakukan oleh seluruh puskesmas di wilayah Kota Tidore Kepulauan tersebut kali ini difokuskan pada lingkungan sekolah dan fasilitas pendidikan. Pemantauan berkala dilakukan untuk mengetahui kondisi kualitas udara sekaligus menjadi dasar penentuan langkah mitigasi guna melindungi kesehatan masyarakat.

Kepala Dinkes Kota Tidore Kepulauan, Saiful Salim, mengatakan pembaruan hasil pengukuran dilakukan setiap dua hari untuk memantau perubahan kualitas udara dan mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.

“Hingga saat ini, kabut asap masih terlihat jelas menyelimuti Kota Tidore Kepulauan. Berdasarkan hasil pengukuran kualitas udara dari seluruh puskesmas, rata-rata sekolah masih terdampak dengan status tidak sehat. Beberapa di antaranya bahkan meningkat menjadi sangat tidak sehat, sedangkan sisanya berada pada status sedang,” kata Saiful saat dikonfirmasi, Selasa (20/10/2026).

Menyikapi kondisi tersebut, Saiful mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan seperti balita, anak-anak, ibu hamil, serta orang dengan riwayat penyakit pernapasan, agar menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.

Ia juga meminta masyarakat tidak mengabaikan protokol kesehatan selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Tidore Kepulauan.

“Kami berharap masyarakat tidak meremehkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Kita harus beradaptasi dengan kondisi lingkungan saat ini akibat dampak karhutla, salah satunya dengan membiasakan diri menggunakan masker saat keluar rumah,” ujarnya.

Saiful menjelaskan, tenaga kesehatan tidak memiliki kewenangan untuk memadamkan kebakaran. Namun, Dinkes bersama seluruh puskesmas terus melakukan langkah mitigasi untuk mencegah peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), antara lain melalui edukasi kesehatan serta penyediaan masker dan obat-obatan.

Menurut dia, seluruh puskesmas telah menyediakan kebutuhan tersebut sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan dan perlengkapan kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat.

Sejumlah Sekolah Berstatus Sangat Tidak Sehat

Berdasarkan hasil pengukuran kualitas udara per 19 Oktober 2026, terdapat enam sekolah yang masuk kategori sangat tidak sehat, yakni SDN 2 Akesai, SDN 1 Akesai, SMA Muhammadiyah 1 Tidore, SMA Taman Siswa Bale, MTs Swasta Nurul Jihad Aketalaga, dan SMP Negeri 2 Tidore.

Sementara itu, sejumlah sekolah dan fasilitas lainnya tercatat memiliki kualitas udara berstatus tidak sehat. Lokasi tersebut meliputi SDN Jaya, SDN Rum, SMP Negeri 7 Kota Tidore, SDN Tahua, SDN Balibunga, MIN 5 Tidore, SDN 1 Afa-Afa, SMA 10 Tidore, TK Pembina 3, SMA Negeri 2 Toloa, MTs Dokiri, SDN 1 Tomalou, TK Pembina Tomalou, SMP Negeri 11 Akekolano, SMP Negeri 5 Sofifi, SDN Galala, dan SMA Negeri 6 Tidore.

Lokasi lainnya adalah SDN 2 Akedotilou, MIS Woda, SDN Lifofa, SMP Negeri 9 Tidore, SDN 1 Wama, SDN 2 Wama, SDIT Raudhatul Hidayah, SMP Negeri 25 Tidore, SDN Kosa, TK Pembina 26 Tidore, SDN 1 Payahe, SMA Negeri 4 Tidore, Kantor Desa Kosa, Kantor KUA Oba, Kantor Camat Oba, SMA Negeri 9 Tidore, dan MIS Al Mustaqim Cobo.

Adapun sekolah yang tercatat memiliki kualitas udara berstatus sedang meliputi SDN Goto, SMP Negeri 1 Tidore, SDN Soasio, SDN Topo, MIN 6 Tidore, dan SDN Itokici.

Meski berada pada kategori sedang, penerapan langkah pencegahan tetap diperlukan. Masyarakat sekolah diimbau menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk meminimalkan paparan partikel halus yang dapat mengganggu saluran pernapasan.

Dinkes Kota Tidore Kepulauan mengingatkan masyarakat agar tetap waspada selama kabut asap masih terjadi dan segera memanfaatkan fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami keluhan pernapasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *