Kendali — Perjalanan seorang Barista Reyhanafie dalam ajang kompetisi tingkat nasional Cangkir Barista Championship Pejuang Kopi Nusantara 2026 menjadi cerita tersendiri. Ribuan peserta yang datang dari berbagai penjuru Indonesia, ia berhasil membawa namanya hingga masuk dalam jajaran Top 60 nasional.
Sebanyak 2.736 peserta dari Sabang sampai Merauke ikut ambil bagian dalam ajang tersebut. Dari Maluku Utara, sekitar 20 hingga 30 peserta turut mencoba peruntungan. Persaingan kemudian semakin ketat setelah pada 15 Mei panitia mengumumkan peserta yang berhak melaju ke tahap regional.
Dari ribuan peserta tersebut, ia dinyatakan lolos ke tingkat regional. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Bank Indonesia bekerja sama dengan Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia ( SDM ) dan wirausaha kopi di Indonesia.
Saat dihubungi Reyhanafie, ia menceritakan bahwa dari 400 peserta yang melanjutkan kompetisi di regional wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), terdapat enam peserta asal Maluku Utara yang berhasil lolos, termasuk dirinya.
Namun, perjalanan belum berhenti. Seleksi kembali dilakukan untuk menentukan peserta yang berhak melaju ke tingkat nasional yang di laksanakan di Jakarta Selatan. Jumlah peserta yang tersisa pun kembali dipangkas hingga hanya menyisakan 60 orang.

Di titik ini, Reyhanafie menjadi satu-satunya peserta dari Maluku Utara yang berhasil bertahan.
Tahapan seleksi berlangsung pada 6–10 Juli, kemudian dilanjutkan dengan seleksi proposal pada 31 Juli hingga 1 Agustus 2026.
“Beberapa hari lalu, pengumuman peserta yang berhasil melaju ke babak semifinal akhirnya keluar. Sayangnya, saya belum masuk dalam daftar tersebut,”Kata Rey yang juga Owner dari Coffee Shop dejabrew.
Meski belum berhasil menembus semifinal, langkahnya terhenti di Top 60 nasional.
Dari 2.736 peserta yang memulai perjalanan, Reyhanafie berhasil menjadi satu dari 60 peserta yang bertahan hingga tahap akhir seleksi tersebut.
Baginya, capaian ini bukan sekadar soal lolos atau tidaknya ke semifinal. Ada cerita tentang pengalaman untuk mencoba, konsistensi melewati beberapa lapis seleksi, hingga akhirnya mampu membawa namanya sampai ke panggung nasional.
Perjalanan mungkin berhenti di Top 60. Tetapi, cerita Reyhanafie menunjukkan satu hal: dari Maluku Utara ia sudah membuktikan bagaimana menjadi seorang Barista yang Profesional berskala Nasional.













