kendali – Pemerintah Provinsi Maluku Utara bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) membuka program Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 Tahun 2026, Senin (27/7).
Program ini menjadi komitmen nyata Gubernur Sherly bersama Wakil Gubernur H. Sarbin Sehe untuk meningkatkan kompetensi, produktivitas, serta kesiapan kerja sumber daya manusia agar mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus membuka peluang wirausaha.
Membuka arahannya, Gubernur Sherly katakan, pendidikan vokasi merupakan langkah untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) memasuki pasar kerja yang tersedia.
“Pendidikan vokasi tidak hanya menyiapkan SDM memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha, inovator, dan motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Selain itu, Gubernur ungkapkan bahwa Maluku Utara masih menjadi menjadi Provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi nasional dan hal tersebut harus diimbangi dengan kualitas SDM yang mumpuni.
“Semester I ekonomi Malut tumbuh 19,6%, dan pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri” jelasnya.
Sementara Kepala BPVP Ternate, Abdul Aziz menjelaskan Kemenaker memberikan target sebanyak 6.600 peserta tahun ini.
“Target 6.600 peserta menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan berbasis kompetensi sekaligus meningkatkan kesiapan tenaga kerja yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri” papar Abdul Aziz di depan Gubernur.
Salah satu peserta, Sarmila Asri (22) mengaku senang bisa mengikuti pelatihan ini, disamping gratis, kesempatan berharga ini ia gunakan untuk menambah kemampuannya dan berharap bisa terserap dunia kerja.
Berbeda dengan Abdul Rouf (25), dirinya mengikuti pelatihan ini karena memiliki cita-cita bekerja di sektor pertambangan.
“Alhamdulillah saya senang bisa ikut pelatihan ini, terima kasih Ibu Gubernur” kata pemuda asal Sofifi itu.
Diakhir arahan, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada Kemenaker melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Sofifi yang telah menjadi jembatan dan pusat pengembangan kompetensi tenaga kerja.
“Terima kasih kepada Jajaran BPVP yang telah menegaskan penguatan peran lembaga pelatihan dalam meningkatkan keterampilan, produktivitas, serta daya saing sumber daya manusia sesuai kebutuhan dunia industri”tegasnya.
Selain membuka kegiatan, Gubernur juga memberikan bantuan komputer, agar kedepan BPVP juga dapat menyelenggarakan ekosistem pengembangan tenaga kerja yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Ada 32 Komputer dari APBD perubahan dan 32 komputer lagi lewat skema CSR” ujarnya.
Dengan mengikuti pelatihan vokasi, Pemprov Maluku Utara terus mendorong para peserta untuk memperoleh berbagai manfaat, di antaranya keterampilan kerja yang siap digunakan, akses jejaring industri, peluang kerja dan usaha yang lebih luas, sertifikat kompetensi resmi, serta peningkatan kepercayaan diri.
Seluruh layanan pelatihan dirancang untuk menjembatani kebutuhan pencari kerja dengan tuntutan dunia industri, sekaligus mendorong peningkatan produktivitas nasional dan menjadi komitmen nyata Gubernur Sherly untuk Maluku Utara yang berdaya saing.













