kendali – Forum Alumni STM Ternate (FORSA STEMAN) menggelar pembukaan Reuni Akbar IV dengan tema “Menjalin Silaturahmi, Merajut Kisah, dan Membangun Sinergi” di SMK Negeri 2 Ternate, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan berlangsung penuh kehangatan dan rasa kekeluargaan. Pembukaan reuni semakin istimewa dengan kehadiran Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen yang juga menjabat sebagai Ketua FORSA STEMAN. Pada kesempatan tersebut, Muhammad Sinen bersama Wakil Bupati Halmahera Barat Jufri Muhammad melakukan peletakan batu pertama pembangunan Musholla At Tarbiyah di lingkungan sekolah.
Dalam sambutannya, Muhammad Sinen menyampaikan penghormatan kepada para guru yang telah berjasa mendidik siswa STM Ternate, kini SMK Negeri 2 Ternate, dari generasi ke generasi. Ia menegaskan pentingnya peran guru dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
“Artinya, jika jenderal lenyap, guru masih bisa melahirkan jenderal-jenderal baru. Karena itu, peran guru sangat penting dalam membentuk masa depan bangsa,” ujar Muhammad Sinen.
Pria yang akrab disapa Ayah Erik itu menegaskan bahwa reuni bukan sekadar ajang berkumpul dan bernostalgia, tetapi juga menjadi wadah memperkuat kebersamaan serta menunjukkan kontribusi nyata alumni bagi almamater.
Menurutnya, alumni STM Ternate telah membuktikan mampu bersaing dan berkontribusi di berbagai bidang, sekaligus mematahkan stigma negatif yang pernah melekat pada sekolah tersebut.
“Kita mampu menunjukkan kepada publik bahwa STM Ternate tidak hanya identik dengan kenakalan, tetapi juga mampu melahirkan orang-orang hebat yang berprestasi dan bersaing dengan sekolah lain di Maluku Utara,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Halmahera Barat Jufri Muhammad yang merupakan alumni angkatan 1993 membagikan kisah perjuangan hidupnya. Ia mengaku berasal dari keluarga sederhana dan harus menjalani kehidupan sebagai yatim piatu setelah lulus sekolah.
Menurut Jufri, pendidikan dan kedisiplinan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di STM Ternate telah membentuk karakter serta mentalitasnya dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Di sekolah inilah karakter kita ditempa menjadi seorang petarung. Dari seorang yang biasa-biasa saja, saya bisa menjadi kepala desa, anggota DPR tiga periode hingga dipercaya menjadi wakil bupati dua periode,” ungkapnya.
Suasana semakin hangat ketika Jufri mengenang masa sekolahnya yang kerap melompati pagar karena terlambat datang ke sekolah. Cerita tersebut disambut tawa para alumni yang hadir.
Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua Panitia Reuni Akbar IV FORSA STEMAN, Faizal M. Alkatiri, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, donatur, serta para guru, baik yang masih aktif mengajar maupun yang telah purna tugas.
Ia menegaskan bahwa sekolah menjadi tempat yang membentuk karakter, mengajarkan arti perjuangan, serta melahirkan persahabatan yang terus terjalin hingga kini.
“Reuni ini bukan sekadar ajang memamerkan kesuksesan, tetapi momentum mempererat silaturahmi dan membangun jejaring lintas angkatan. Persahabatan sejati tidak diukur dari seberapa sering bertemu, melainkan dari bagaimana kita saling mengingat dan mendukung satu sama lain,” ujarnya.
Panitia juga telah menyiapkan sejumlah rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga pekan depan. Kegiatan tersebut meliputi jalan sehat, lomba domino, talkshow bertajuk Inspirasi Alumni dan Prestasi, hingga penutupan reuni pada 26 Juni 2026.
Reuni Akbar IV FORSA STEMAN menjadi momentum mempererat hubungan antarlulusan sekaligus memperkuat komitmen alumni untuk terus berkontribusi bagi almamater, daerah, dan masyarakat.













