News

Dabus Akbar di Topo, Penjaga Nilai Budaya dan Spiritual Masyarakat Tidore

23
×

Dabus Akbar di Topo, Penjaga Nilai Budaya dan Spiritual Masyarakat Tidore

Sebarkan artikel ini
Proses Ritual Dabus yang dilakukan oleh salah satu pemuda, yang di laksanakan di kelurahan Topo Kota Tidore Kepulauan. foto : Humas Tidore.

kendali – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan mengapresiasi pelaksanaan Dabus Akbar ke-5 Tahun 2026 di Kelurahan Topo sebagai upaya menjaga nilai budaya dan spiritual masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra, Rudi Ipaenin, saat mewakili Wali Kota Tidore Kepulauan pada kegiatan yang digelar oleh Majelis Dzikir Al-Awwaliyah di Gedung Serba Guna Kelurahan Topo, Sabtu (18/4/2026) malam.

Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakannya, Rudi menyampaikan bahwa Dabus Akbar membawa keberkahan melalui lantunan dzikir dan doa, sekaligus memperkuat nilai keagamaan, persatuan, dan kebersamaan masyarakat.

“Kami meyakini Dabus Akbar ini mampu memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT serta menjaga ukhuwah, persatuan, dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Rudi.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari napak tilas Majelis Dzikir Al-Awwaliyah, sehingga tidak sekadar seremoni, tetapi sarat nilai sejarah dan makna. Menurutnya, momentum tersebut menjadi refleksi untuk meneladani perjuangan para pendahulu dalam menyebarkan syiar Islam dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan keteguhan iman.

Rudi berharap nilai-nilai tersebut terus diwariskan kepada generasi muda, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga persatuan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, dalam sambutannya menekankan pentingnya pengamalan nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku Utara, kami mengapresiasi penguatan nilai agama dan budaya melalui Dabus Akbar ini. Kegiatan ini menjadi motivasi dalam mendukung pembangunan yang berlandaskan nilai spiritual dan moral,” kata Sarbin.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum strategis dalam memperkuat hubungan antara agama dan budaya, yang selama ini menjadi fondasi kehidupan sosial masyarakat.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan hubungan antara ajaran agama dan kearifan lokal demi kehidupan yang harmonis dan berkelanjutan,” tambahnya.

Kegiatan Dabus Akbar ke-5 ini ditutup dengan ratib dabus yang diikuti majelis dzikir, tokoh agama, dan masyarakat Kelurahan Topo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *