News

Tutup Festival Qasidah Rebana IV, Gubernur Sherly Janjikan 500 Rebana dan Pelatih Nasional

7
×

Tutup Festival Qasidah Rebana IV, Gubernur Sherly Janjikan 500 Rebana dan Pelatih Nasional

Sebarkan artikel ini
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos saat menghadiri festival Qasidah Rebana IV Kota Ternate.

kendali – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menjanjikan bantuan 500 rebana serta pelatihan bagi pelatih qasidah dengan mendatangkan tenaga pelatih nasional. Komitmen tersebut disampaikan saat menutup Festival Qasidah Rebana IV Audisi Kota Ternate di Benteng Oranje, Sabtu malam (24/10/2026).

Sherly mengatakan, bantuan rebana tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan kelompok qasidah di Maluku Utara. Dari total kebutuhan yang disampaikan kepadanya, sebanyak 400 rebana masih diperlukan. Pemerintah Provinsi Maluku Utara sebelumnya telah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan 300 rebana melalui anggaran perubahan tahun ini.

“Tadi saya tanya, yang dibutuhkan total 400. Tahun ini saya masukkan di anggaran perubahan 300. Ya sudah, kita bulatkan saja langsung 500 rebana tahun ini, biar tuntas,” ujar Sherly yang disambut tepuk tangan peserta.

Selain bantuan sarana, Sherly mendorong penguatan pembinaan untuk meningkatkan kualitas kelompok qasidah di Maluku Utara. Ia meminta Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) mengusulkan program pelatihan bagi para pelatih qasidah dengan menghadirkan pelatih nasional.

“Jika mau ada pelatihan, diusulkan saja. Kita undang pelatih nasional datang ke sini melatih pelatih kita,” katanya.

Menurut Sherly, pembinaan yang berkelanjutan diperlukan agar kelompok qasidah di Maluku Utara semakin kompetitif, terutama dalam menghadapi pelaksanaan festival pada 2027.

Ia juga menekankan pentingnya mengembangkan qasidah rebana agar tidak hanya menjadi kegiatan seni dan hobi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi para anggotanya.

“PR kita bagaimana dari hobi menjadi keterampilan, kemudian bisa jadi cuan. Bagaimana caranya kelompok-kelompok yang sudah menang ini bisa diundang mengisi kegiatan budaya, kesenian, dan keagamaan di provinsi, sehingga ibu-ibu tidak hanya keluar biaya, tapi ada pemasukan,” ungkapnya.

Sherly berharap kelompok qasidah yang telah terbentuk dapat memperoleh kesempatan tampil dalam berbagai kegiatan pemerintah daerah. Dengan begitu, keterampilan seni yang mereka miliki dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi.

Di sisi lain, ia meminta Muslimat NU melibatkan komunitas anak muda dalam pelestarian seni qasidah rebana. Menurutnya, keterlibatan generasi muda penting untuk melahirkan kelompok-kelompok baru dengan kreativitas dan genre musik yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Terkait pelaksanaan festival, Sherly menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini belum semeriah penyelenggaraan sebelumnya karena kendala teknis anggaran. Ia berharap dukungan anggaran pada tahun depan lebih memadai sehingga audisi dapat kembali dilaksanakan di 10 kabupaten/kota di Maluku Utara, dengan hadiah yang lebih besar.

Festival Qasidah Rebana IV merupakan agenda tahunan yang puncak finalnya dijadwalkan berlangsung pada 16–17 November 2026 di Kota Ternate. Sherly menyebutkan, sekitar 20 grup dari berbagai kabupaten/kota akan bersaing pada babak final. Ia juga berharap Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI dapat menghadiri kegiatan tersebut.

Penutupan festival ditandai dengan pemukulan rebana bersama oleh Sherly, Ketua Pimpinan Wilayah Muslimat NU Maluku Utara, dewan juri, dan tamu undangan, yang diiringi lagu bersama seluruh hadirin.

Dalam festival tersebut, panitia menetapkan bonus hadiah bagi para pemenang, yakni Rp3 juta untuk juara pertama, Rp2 juta untuk juara kedua, dan Rp1 juta untuk juara ketiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *