Kendali-Di atas kertas, Prancis datang ke semifinal Piala Dunia 2026 dengan lini depan bertabur bintang. Namun selama 90 menit menghadapi Spanyol, ketajaman mereka seolah menghilang di hadapan seorang bek tengah berusia 19 tahun: Pau Cubarsí.
Bek muda Barcelona itu tampil nyaris tanpa cela saat membawa La Roja menang 2-0 sekaligus mengantar Spanyol ke final.
Statistik Pau Cubarsí vs Prancis (Semifinal Piala Dunia 2026):
- Akurasi umpan: 91%
- Akurasi umpan jauh: 100%
- Kontribusi bertahan: 7 kali
- Tekel: 2
- Last man tackle: 1
- Blok: 1
- Sapuan (clearances): 4
- Ball recoveries: 2
- Menang duel udara: 100%
- Menang duel darat: 67%
- Pelanggaran: 0
Statistik tersebut menunjukkan betapa dominannya Cubarsí sepanjang pertandingan. Ia tidak hanya piawai mengalirkan bola dari lini belakang, tetapi juga menjadi tembok kokoh yang mematahkan hampir seluruh ancaman Prancis. Kombinasi agresivitas, kecerdasan membaca permainan, dan ketenangan membuat para penyerang Les Bleus kesulitan menemukan ruang sepanjang laga.
Performa impresif tersebut bukan hanya mengantarkan Spanyol ke final, tetapi juga membawa Pau Cubarsí menorehkan sejarah di Piala Dunia. Bek berusia 19 tahun itu menjadi pemain tercepat yang mencatat lima clean sheet dalam lima pertandingan pertamanya di ajang Piala Dunia. Rekor tersebut melampaui legenda Italia, Paolo Maldini, yang membutuhkan tujuh pertandingan untuk mencapai jumlah clean sheet yang sama.
Catatan itu menjadi bukti bahwa usia bukanlah penghalang untuk tampil matang di panggung sepak bola terbesar dunia. Meski baru berusia 19 tahun, Cubarsí memperlihatkan ketenangan, kedewasaan membaca permainan, dan kualitas kepemimpinan yang biasanya dimiliki bek-bek senior dengan pengalaman bertahun-tahun.
Barcelona dan Timnas Spanyol tampaknya benar-benar telah menemukan permata baru di jantung pertahanan. Sky Sports bahkan pernah menilai Cubarsí memiliki potensi untuk berkembang menjadi salah satu dari lima bek tengah terbaik sepanjang sejarah apabila mampu menjaga konsistensi dan terus meningkatkan permainannya.
Kini, dengan sederet rekor yang telah diraihnya di usia yang sangat muda, pertanyaan terbesar bukan lagi apakah Pau Cubarsí akan menjadi bek elite dunia, melainkan seberapa tinggi level yang mampu ia capai. Jika terus berkembang dengan laju seperti sekarang, bukan tidak mungkin namanya akan sejajar dengan para legenda besar yang selama ini menjadi tolok ukur seorang bek tengah kelas dunia.













