News

Dari Cerita ke Dunia: Wawali Tidore Tekankan Kekuatan Storytelling Promosi Daerah

18
×

Dari Cerita ke Dunia: Wawali Tidore Tekankan Kekuatan Storytelling Promosi Daerah

Sebarkan artikel ini
Wakil Walikota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman, S.Sos menghadiri sekaligus menjadi Narasumber di Kegiatan Bacarita Basudara Pada Rangkaian Kegiatan Discover the Natural Treasure Tidore dan Ternate di Hotel Borobudur.

kendali – Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, menekankan pentingnya storytelling atau teknik bertutur dalam memperkenalkan potensi daerah kepada publik nasional hingga internasional.

Hal tersebut disampaikannya dalam forum diskusi “Bacarita Basudara” yang digelar di Backyard Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (26/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian “Discover the Natural Treasure: Tidore-Ternate” yang bertujuan mengangkat potensi ekonomi kreatif, sejarah, dan kearifan lokal Maluku Utara.

“Daerah kita memiliki kekayaan luar biasa, mulai dari sejarah hingga keindahan alam. Namun semua itu membutuhkan narasi yang kuat agar dunia tertarik untuk datang,” ujar Ahmad Laiman.

Ia mencontohkan sejumlah potensi daerah, seperti Teluk Kahia Masolo di Pulau Mare yang menjadi habitat lumba-lumba, hutan lindung dengan keberadaan burung bidadari, serta catatan sejarah pelayaran dunia pada 8 November 1521 saat Sebastian D’elcano singgah di perairan Tidore.

Forum tersebut mempertemukan pemuda dari berbagai wilayah, seperti Maluku Utara, Maluku, dan Papua, melalui kolaborasi antara APEKSI, Manajemen Hotel Borobudur Jakarta, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Pemerintah Kota Ternate, dan Timur Network.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, mendorong pelaku ekonomi kreatif di daerah untuk berani melakukan transformasi budaya kerja, termasuk membangun komunikasi yang jujur dan terbuka.

“Hubungan kerja yang sehat adalah yang dilandasi kejujuran. Kritik yang membangun merupakan bentuk kepedulian,” katanya.

Ia juga mengusulkan strategi pemasaran berbasis “limited edition” bagi daerah seperti Maluku Utara yang memiliki keterbatasan aksesibilitas, sehingga dapat menciptakan nilai eksklusivitas bagi wisatawan.

Sementara itu, Staf Khusus Presiden RI Bidang UMKM dan Teknologi, Tiar Nabila Karbala, menekankan pentingnya literasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pengembangan UMKM di daerah.

“Digitalisasi tidak boleh hanya terpusat di Jakarta. Daerah juga harus menjadi bagian dari transformasi ini,” ujarnya.

Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam, menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya menghubungkan potensi lokal dengan pasar global. Ia juga mengapresiasi langkah proaktif pemerintah daerah dalam mendorong UMKM naik kelas.

Kegiatan ini turut didukung sektor swasta, seperti Artha Graha Group dan Hotel Borobudur Jakarta, serta melibatkan praktisi komunikasi untuk meningkatkan kemampuan public speaking dan branding pelaku ekonomi kreatif.

Forum “Bacarita Basudara” ditutup dengan penekanan pentingnya kemandirian dan keberlanjutan dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif di daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *