kendali — Kolektif kreatif Dari Timur Bersuara kembali tancap gas. Konsisten membangun ekosistem dan ruang kolaboratif di Maluku Utara, mereka tak kehabisan cara untuk bikin gebrakan baru.
Kali ini, mereka siap menggelar kolaborasi lintas kota bertajuk “Timsart Kasana–Kamari”, yang akan menyambangi tiga titik: Ternate bulan April , Tidore bulan Juli, dan Bacan pada bulan Mei. Bukan sekadar event biasa, konsep ini mengusung semangat mobilitas—bergerak dari satu kota ke kota lain, sambil membawa energi kreatif yang sama.
Terinspirasi dari format Soundrenaline “Sana-Sini”, mereka mengadaptasinya ke versi lokal. “Kalau di luar ada konsep besar, kita bikin versi kita sendiri—Kasana-Kamari,”Tutur Dhana, penggagas Event.
Berangkat dari kondisi geografis Maluku Utara yang terpisah-pisah, event ini dirancang untuk menjembatani jarak. Tujuannya jelas: menghidupkan sekaligus menghubungkan komunitas kreatif dan musisi lokal yang selama ini berjalan sendiri, karena keterbatasan akses.
“Karena berpindah-pindah kota dan melibatkan banyak kolaborator, maka kami bawa energi, ide, dan jejaring yang bisa tersebar lebih merata,” kata Dhana.
Selama ini, geliat kreatif cenderung terpusat di kota Ternate. Sementara kabupaten-kota lain sering kali hanya jadi penonton.
“Kasana-Kamari” hadir untuk mematahkan pola itu—memberi panggung yang sama bagi Bacan dan Tidore.
“Ini bukan cuma gigs, tapi upaya menyambung titik-titik yang selama ini terpisah,” lanjutnya.
Lebih dari sekadar pertunjukan, event ini adalah ruang temu. Dari suara-suara kecil yang tumbuh di tiap titik yang kami kunjungi, diharapkan lahir gema besar yang saling terhubung di Timur.
Di tiga kabupaten-kota tersebut, “Kasana-Kamari” akan jadi perayaan kolektif—tempat ide, karya, dan percakapan bertemu, lalu meledak jadi gerakan baru.
“Musisi lokal harus membawa musik mereka sendiri. Bukan sekadar bunyi, tapi karya yang punya identitas,” pungkasnya.













