Kendali — Di tengah geliat kreativitas anak muda Maluku Utara, layar-layar sinema kembali menyala, bukan sekadar untuk hiburan, tetapi sebagai ruang refleksi dan perlawanan terhadap korupsi. Melalui program Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) Movie Day 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi menghadirkan gerakan budaya yang menjadikan film sebagai medium suara integritas.
Mengusung tema “Dari Lensa, Integritas Terjaga!”, gelaran ini menjelma menjadi lebih dari sekadar pemutaran film. Ia adalah pertemuan gagasan—antara sineas, pelajar, komunitas, dan publik—yang dirangkai dalam tajuk lokal yang hangat: “Ragam Torang Carita.”
Di Maluku Utara, perjalanan ACFFEST Movie Day 2026 berlangsung seperti alur cerita yang berpindah dari satu ruang ke ruang lain, menyusuri pulau dan kota:

- Tidore (14 April) — ruang-ruang kelas di SMK Negeri 1 dan SMP Negeri 1 Tikep berubah menjadi layar pembelajaran alternatif
- Ternate (15 April) — semangat diskusi tumbuh di SMP Negeri 7
- RRI (17 April) — suara antikorupsi menjangkau publik melalui gelombang udara
- Benteng Oranje & Taman Film (18 April) — menjadi panggung puncak, tempat film, dialog, dan komunitas bertemu dalam satu ruang terbuka
Setiap titik menghadirkan pengalaman yang berbeda, namun dengan denyut yang sama: membangun kesadaran. Sebanyak 11 film pendek diputar, membawa cerita-cerita yang dekat dengan realitas, sekaligus menggugah imajinasi tentang masa depan yang lebih bersih dari korupsi.
Lebih dari sekadar tontonan, film-film ini menjadi pintu masuk menuju diskusi yang hidup. Sineas lokal, akademisi, hingga penyuluh antikorupsi hadir berbagi perspektif, membuka ruang dialog yang jujur dan reflektif. Di sela itu, panggung seni, pameran karya lokal, hingga pertunjukan teater memperkaya atmosfer—membuat ACFFEST terasa sebagai festival yang utuh, bukan sekadar agenda formal.
Di balik layar, ada misi yang lebih besar: memperkuat ekosistem kreatif daerah. ACFFEST memberi ruang bagi talenta lokal untuk tampil, sekaligus mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pencipta narasi.

Secara nasional, ACFFEST Movie Day 2026 menjangkau 12 provinsi dan 40 kota/kabupaten, memperluas gerakan antikorupsi berbasis komunitas. Dari ruang kelas hingga ruang publik, dari layar film hingga siaran radio—pesannya sama: integritas harus dirawat bersama.
Tak berhenti di situ, ACFFEST juga membuka peluang bagi publik untuk terlibat lebih jauh melalui berbagai kompetisi film dan konten kreatif. Mulai dari ide cerita hingga produksi film pendek, peserta berkesempatan mendapatkan pendanaan, pendampingan profesional, hingga jejaring sineas nasional.

Di Maluku Utara, ACFFEST Movie Day bukan hanya event. Ia adalah peristiwa kultural—sebuah cara baru menyampaikan pesan lama: bahwa kejujuran, tanggung jawab, dan keberanian adalah nilai yang harus terus diperjuangkan.
Dan kali ini, perjuangan itu hadir lewat cerita—dari lensa, untuk masa depan.













