News

Survei Litbang HalmaheraPost: 84,3 Persen Warga Ternate Puas Kinerja Sherly–Sarbin

12
×

Survei Litbang HalmaheraPost: 84,3 Persen Warga Ternate Puas Kinerja Sherly–Sarbin

Sebarkan artikel ini
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe. Foto : Google - Istimewa.

kendali – Sherly Tjoanda dan Sarbin Sehe memasuki satu tahun kepemimpinan di Maluku Utara. Momentum tersebut direspons HalmaheraPost melalui rilis survei evaluasi kepuasan publik terhadap kinerja gubernur dan wakil gubernur di Kota Ternate.

Direktur Litbang HalmaheraPost, Jufri Abubakar, mengungkapkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat mencapai 84,3 persen. “Sebanyak 9,3 persen responden menyatakan sangat puas dan 75 persen puas. Ini menunjukkan legitimasi sosial yang cukup kuat pada tahun pertama pemerintahan,” ujarnya.

Meski demikian, survei juga mencatat 10 persen responden menyatakan kurang puas dan 5,7 persen tidak puas. “Ada 15,7 persen suara kritis yang harus dibaca sebagai sinyal dini. Kritik publik adalah energi korektif bagi pemerintah,” kata Jufri.

Ia menjelaskan, sektor perumahan menjadi faktor pendorong kepuasan tertinggi. “Sebanyak 40,3 persen responden menyebut program rumah layak huni dan intervensi kebutuhan dasar sebagai alasan utama mereka merasa puas. Kebijakan yang menyentuh kebutuhan primer memang paling cepat dirasakan dampaknya,” jelasnya.

Di bidang pendidikan, lanjut Jufri, 17,5 persen responden mengapresiasi kebijakan pendidikan gratis. Sementara sektor kesehatan dan sosial menyumbang 12,5 persen alasan kepuasan, terutama pada layanan kesehatan gratis dan perhatian terhadap pemenuhan gizi masyarakat.

Namun, ia mengakui masih terdapat pekerjaan rumah di sektor infrastruktur. “Sebanyak 5,7 persen responden menyatakan ketidakpuasan terhadap pembangunan fisik dan layanan infrastruktur dasar. Ini menunjukkan ada ketimpangan persepsi antara capaian program sosial dan ekspektasi pembangunan kota,” tegasnya.

Menurut Jufri, tahun pertama pemerintahan umumnya masih dipengaruhi momentum awal dan ekspektasi publik yang relatif memberi toleransi. “Tahun kedua adalah fase konsolidasi. Jika akselerasi infrastruktur tidak berjalan progresif, maka angka kepuasan sangat mungkin mengalami koreksi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kepuasan publik bersifat dinamis dan bergantung pada persepsi pemerataan manfaat pembangunan. “Pemerintahan Sherly–Sarbin kuat pada sentuhan sosial. Namun publik mulai menunggu transformasi fisik kota yang lebih nyata. Modal 84,3 persen ini harus diterjemahkan menjadi percepatan pembangunan yang lebih struktural,” tandasnya.

Survei tersebut menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error 5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Pengambilan sampel dilakukan secara proporsional di seluruh kecamatan di Kota Ternate, dengan pengumpulan data pada 29 Januari hingga 7 Februari 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *