News

Kolaborasi ABCGM untuk Bantuan Mesin Pengering Perkuat City Branding “Ternate Kota Rempah”

244
×

Kolaborasi ABCGM untuk Bantuan Mesin Pengering Perkuat City Branding “Ternate Kota Rempah”

Sebarkan artikel ini
Foto bersama Dosen ITB, Kelompok Tani Pulau Hiri dan Agregator Inkubator, setelah pemasangan mesin pengering di pulau Hiri. Foto ; Istimewa.

kendali – Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerjasama dengan Yayasan Kalistara memberikan bantuan berupa mesin pengering kepada pelaku usaha Kagounga dan Kelompok Tani Hutan Buku Mayeku Pulau Hiri sebagai langkah memperkuat city branding Ternate Kota Rempah.

Sebelum penyerahan bantuan, ITB terlebih dahulu menggelar pelatihan selama satu hari di Bukit Pelangi yang diikuti oleh para pelaku UMKM. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan keterampilan dalam mengolah produk berbasis rempah.

Ketua Yayasan Kalistara (Ecoethno Karsa Lestari Nusantara), Ira Shintia, menjelaskan bahwa bantuan mesin pengering tersebut diberikan untuk mendukung produksi daun kering sebagai bahan baku pengolahan produk turunan.

“Tujuannya agar para pelaku UMKM bisa lebih mandiri, sekaligus memperkuat branding Ternate sebagai Kota Rempah,” ujarnya.

Ira menambahkan, pihaknya juga menggandeng tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk memberikan pelatihan tentang implementasi city branding pada kemasan dan produk turunan minyak atsiri. Kegiatan ini melibatkan tim dari program pengabdian masyarakat ITB bidang desain produk.

“Tim ITB membantu dalam desain kemasan, serta pengembangan produk turunan seperti sabun dan lilin aromaterapi,” jelasnya.

Ira berharap ke depan Pemerintah Daerah dapat mendukung melalui kebijakan yang mendorong penggunaan produk rempah lokal.

“Misalnya dengan regulasi tentang oleh-oleh khas yang mengusung branding Ternate, atau penggunaan minuman berbasis pala di hotel-hotel,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Tim Pengabdian Masyarakat ITB, Dr. Muhammad Ihsan, M.Ds, menjelaskan bahwa program pengabdian masyarakat ITB di Ternate merupakan bentuk kolaborasi antara unsur ABCGM (Academics, Business, Community, Government, and Media).

“Kolaborasi ini menjadi wadah bagi akademisi untuk membantu komunitas dan IKM dalam hal teknologi tepat guna, desain kemasan, serta pengembangan produk,” jelasnya.

Menurut Ihsan, agar bantuan teknologi yang diberikan dapat optimal, perlu dilakukan pendampingan berkelanjutan kepada komunitas atau IKM penerima.

“Pendampingan penting agar alat bantu atau teknologi yang disalurkan benar-benar menghasilkan manfaat nyata bagi para penggunanya,” katanya.

Kolaborasi ITB di Ternate melibatkan Universitas Khairun (Unkhair), Yayasan Ecoethno Karsa Lestari Nusantara sebagai penyedia perlengkapan atsiri, UKM Kagounga, dan Kelompok Tani Hutan Buku Maneku sebagai pengguna mesin, serta Komunitas Inkubator yang akan berperan sebagai agregator ke depan.

Selain penyerahan mesin, kegiatan juga diisi dengan pelatihan pembuatan produk atsiri seperti sabun dan lilin aromaterapi.

Ihsan berharap, dukungan berbagai pihak terhadap para pelaku UMKM dapat semakin memperkuat implementasi City Branding “Ternate Kota Rempah” yang telah dicanangkan.

Sementara Sekretaris KTH Buku Manyeku Taufik Ayub menambahkan Kami sangat berterima kasih atas bantuan mesin pengering bahan baku dari Yayasan Kalistra.

Karena selama ini, proses penyulingan minyak cengkeh sering terkendala saat musim hujan.

“Dengan adanya mesin ini akan membantu kami dalam produksi minyak cengkeh Hiri yang berkelanjutan”tuturnya.

Besar harapan kami, sebagai kelompok masyarakat petani yang mengelola hasil hutan bukan kayu, khusus tanaman rempah adalah dukungan dari Pemerintah Kota Ternate misalnya regulasi terkait oleh-oleh (produk rempah) dari UMKM Lokal yang mendukung City Branding Ternate sebagai Kota Rempah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *