News

Menjelang Ramadhan, DPRD Tidore Minta Pengendalian Harga dan Stok Bahan Pokok

103
×

Menjelang Ramadhan, DPRD Tidore Minta Pengendalian Harga dan Stok Bahan Pokok

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi II DPRD Kota Tidore Kepulauan, Abdurahman Arsyad.

kendali – Menjelang bulan suci Ramadhan, harga sejumlah bahan pokok di Kota Tidore Kepulauan terpantau mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah melalui langkah-langkah konkret di lapangan.

Komisi II DPRD Kota Tidore Kepulauan meminta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) bersama instansi terkait untuk menyiapkan strategi pengendalian harga serta distribusi bahan pokok di kios, toko, dan pasar tradisional.

Ketua Komisi II DPRD Kota Tidore Kepulauan, Abdurahman Arsyad, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan langsung di delapan kecamatan. Dalam kegiatan tersebut, DPRD juga sempat mengantongi sampel beras oplosan yang beredar di pasaran.

“Kami sudah turun langsung ke sejumlah kios dan toko di delapan kecamatan. Dari hasil pemantauan, Kota Tidore Kepulauan tidak termasuk dalam wilayah peredaran jenis-jenis beras oplosan sebagaimana data yang kami terima,” ungkap Abdurahman, Kamis (5/2/2026).

Ia menegaskan, menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadhan, pemerintah daerah perlu aktif memastikan ketersediaan stok bahan pokok di pasar maupun kios-kios.

“Harga memang cenderung naik jika stok berkurang. Karena itu, menjaga ketersediaan stok menjadi hal yang sangat penting,” tegasnya.

Selain itu, Disperindagkop dan UMKM juga diminta memiliki data yang akurat terkait tingkat konsumsi masyarakat guna memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga hingga Ramadhan dan Idul Fitri.

Berdasarkan data yang dihimpun, kenaikan harga saat ini lebih banyak terjadi pada komoditas hortikultura, seperti cabai, tomat, dan bawang, yang ketersediaannya mulai terbatas.

“Jika stok di dalam daerah tidak mencukupi, maka pasokan harus didatangkan dari luar. Ketika pasokan komoditas hortikultura berkurang, potensi kenaikan harga tentu tidak dapat dihindari,” jelasnya.

Untuk itu, Abdurahman menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara Disperindagkop dan UMKM dengan Dinas Pertanian agar stabilitas pasokan dan harga bahan pokok tetap terjaga, meskipun terjadi fluktuasi di pasaran.

“Dengan sinergi yang baik, diharapkan kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadhan di Kota Tidore Kepulauan tetap berada dalam batas wajar dan tidak memberatkan masyarakat,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *