News

Pesona Wastra Tidore di Panggung HKG ke-53: Ketua PKK Tidore Tampil Anggun dengan Tenun Puta Dino Khayangan

95
×

Pesona Wastra Tidore di Panggung HKG ke-53: Ketua PKK Tidore Tampil Anggun dengan Tenun Puta Dino Khayangan

Sebarkan artikel ini
Ketua I Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Ny. Sumiyati Ahmad Laiman saat mengikuti Fashion Show di kegiatan Panggung peragaan Busana HKG Ke 53 Tahun 2025 di Lapangan Sasasu Lamo, Halmahera Barat ( Jailolo ).

kendali – Ketua I Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan, Ny. Sumiyati Ahmad Laiman, mencuri perhatian di panggung peragaan busana peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Sasadu Lamo, Jailolo, Senin malam (13/10/2025).

Tampil mempesona dalam balutan wastra khas Tidore, Tenun Puta Dino Khayangan, Ny. Sumiyati memancarkan pesona anggun sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Tidore ke hadapan publik Maluku Utara.

Example floating

Dalam kesempatan itu, istri Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan tersebut menyampaikan rasa terima kasih kepada Anita Gathmir, desainer sekaligus pemilik Tenun Puta Dino Khayangan, yang telah menjadi sponsor resmi TP PKK Kota Tidore Kepulauan untuk tampil di ajang bergengsi ini.

“Terima kasih banyak kepada Ibu Anita Gathmir yang telah mendesain khusus busana terbaik dari Tenun Puta Dino Khayangan. Ini bukan sekadar pakaian, tapi wujud kebanggaan dan identitas budaya Tidore,” ujar Ny. Sumiyati penuh rasa syukur.

Busana yang dikenakan Ny. Sumiyati bukan sekadar karya fesyen, tetapi mengandung pesan leluhur (Borero Gosimo) yang sarat makna. Dress sutra putih melambangkan kesucian dan kebaikan, dihiasi motif burung bidadari barakati sebagai simbol berkah dan keindahan.

Sementara sayap borero melambangkan harmoni, dengan motif huruf-huruf kuno Tidore yang menyiratkan nilai kebijaksanaan masa lampau. Busana ini disempurnakan dengan vest sulam buah pala—terinspirasi dari baju adat Tidore—yang menggambarkan fondasi budaya dan kekuatan alam Tidore, penghasil pala yang tersohor di dunia.

Borero Gosimo yang disematkan dalam busana ini adalah pengingat, penghormatan, dan janji untuk selalu menjaga hubungan baik antara Tuhan, manusia, dan alam,” tutur Ny. Sumiyati.

“Yang paling mendalam, busana ini menjadi bentuk penghormatan kepada kearifan leluhur dan tekad untuk meneruskan warisan budaya yang mulia,” pungkasnya.

Penampilan Ketua PKK Tidore Kepulauan itu pun sukses memukau para tamu dan penonton, memperlihatkan bahwa wastra lokal bukan hanya karya seni, tetapi juga cermin identitas dan kebanggaan daerah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example floating