News

Rekor Muri Fufu Ikan di Dufa-Dufa Menuai Kritik ; Ada Yang Bakar Tempurung Tanpa Ikan

354
×

Rekor Muri Fufu Ikan di Dufa-Dufa Menuai Kritik ; Ada Yang Bakar Tempurung Tanpa Ikan

Sebarkan artikel ini
Ekspektasi kekesalan Firdaus Mahmud dan kawan-kawan terhadap panitia penyelenggara Fufu Ikan, di lokasi banyak ikan yang tidak terdistribusi dengan merata, foto : Istimewa

kendali – Kegiatan pemecahan Rekor MURI Fufu Ikan yang digelar di sepanjang Kelurahan Dufa-Dufa, Kota Ternate, menuai kritik dari sejumlah warga. Pasalnya, pembagian ikan untuk setiap tungku dinilai tidak merata dan tidak sesuai dengan prosedur yang disampaikan panitia.

Salah satu warga yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut, Firdaus Mahmud, mengungkapkan kekecewaannya terhadap panitia penyelenggara. Menurutnya, distribusi ikan pada beberapa titik tungku terkesan tidak adil.

“Pembagian ikan untuk tungku tidak merata, sebagian dapat lima ekor, ada juga yang cuma empat. Padahal, kalau satu tungku dibagi dua, seharusnya bisa dapat dua puluh potong. Ini festival besar, apalagi masuk Rekor MURI, mestinya pembagiannya sama rata,” tutur Firdaus saat ditemui di lokasi, Jumat (03/10/2025).

Firdaus menjelaskan, panitia menyiapkan lebih dari 100 tungku. Namun, jumlah ikan yang dibagikan tidak seimbang dengan jumlah tungku yang tersedia.

“Kami heran, kalau total ikan enam ton, berarti sekitar enam ribu ekor. Tapi di lapangan, ada tungku yang kosong — hanya bakar tempurung, tanpa ikan. Jadi, sebagian ikan itu ke mana?” ujarnya dengan nada kesal.

Ia menambahkan, di kawasan Dufa-Dufa bagian tengah, banyak tungku yang tidak mendapatkan ikan sama sekali, sementara di sisi lain ada kelompok yang mendapatkan ikan lebih banyak.

“Kami sudah sampaikan ke panitia, tapi tidak ada yang turun memantau langsung. Masa torang dari pagi sampai siang fufu ikan cuma lima ekor?” tegasnya.

Dalam pantauan Kendali, di lokasi kegiatan memang tampak beberapa tungku tidak digunakan. Setidaknya terdapat sekitar tujuh tungku di area tengah Dufa-Dufa yang tidak menyala dan tidak digunakan untuk proses fufu ikan.

Sementara itu, mengutip pemberitaan Malutpos, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Maluku Utara, Fauji Momole, menyebutkan bahwa kegiatan Festival Nyao Fufu di Dufa-Dufa tersebut menggunakan anggaran sebesar Rp400 juta.

Kegiatan yang semestinya menjadi ajang kebanggaan masyarakat Maluku Utara karena berhasil mencatat rekor nasional justru diwarnai kekecewaan warga akibat ketidakteraturan distribusi dan lemahnya pengawasan panitia di lapangan.

Respon (1)

  1. Faktanya ikan yg dibakar tidak banyak, sekitar 2000 lebih saja. Dengan asumsi, jumlah tungku 126 x 2 ekor per tungku = 2520 ekor. Sedangkan di lapangan lebih dari 10 tunhkj yg kosong, puluhan yg ikannya tidak sampai 20 batang dan ada juga sekitar 10 tungku lebih yg tidak digunakan padahal sudah dibuat. Lokasi di depan rumah saya persis, tergeletak terbalik behitu saja di samping rumah depan rumah saya. Rekor MURI tipu2 saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *