kendali – Ruang Industri Kopi yang terus meningkat, maka juga membutuhkan keterampilan proses untuk meracik sebuah kopi, namun tidak hanya berhenti disitu, kopi juga mampu memberikan pengetahuan, edukasi bagi penikmatnya, maka disitulah seorang barista perlu bekerja keras.
Semangat itulah yang dibawa Ghozal Elfridho, pemilik coffee shop Marsroom asal Ternate, Maluku Utara, saat mengikuti kompetisi dalam ajang Manado Coffee Collective di Kota Manado, Sulawesi Utara, dan meraih juara 2 (juara dua).
Di tengah persaingan 16 barista se Kota Manado, Ghozal hadir bukan hanya untuk menunjukkan kemampuannya meracik kopi. Tetapi semangat untuk terus belajar dan membuktikan bahwa pelaku industri kopi dari Maluku Utara mampu mengambil bagian dalam ruang kompetisi yang lebih luas.
Bagi Ghozal, ajang tersebut menjadi kesempatan berharga untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus melihat perkembangan industri kopi dari sudut pandang yang lebih luas.
Menurut dia, kompetisi seperti Manado Coffee Collective memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di industri kopi, mulai dari roastery (proses sangrai biji) kopi hingga keterampilan para barista dalam menyajikan kopi.
“Event ini sangat luar biasa. Di satu sisi, kita bisa meningkatkan kualitas para pekerja di industri kopi itu sendiri. Mulai dari roastery sampai barista, semuanya bisa mengasah kemampuan untuk meningkatkan kualitas diri,” kata Ghozal.
Ia menilai, ruang-ruang pertemuan seperti ini dibutuhkan agar para pelaku industri kopi terus berkembang dan mampu menjaga keberlangsungan ekosistem kopi.
Pengalaman di Manado juga membawa harapan tersendiri bagi Ghozal. Ia ingin semangat serupa tumbuh di daerah asalnya, Maluku Utara, khususnya Kota Ternate, sehingga para pekerja industri kopi memiliki ruang yang layak untuk mengembangkan kemampuan dan menunjukkan potensi mereka.
“Saya berharap Provinsi Maluku Utara, khususnya Kota Ternate, bisa melakukan hal yang sama agar para pekerja industri kopi memiliki wadah yang layak untuk menyalurkan kemampuan mereka,” ujar Ghozal, yang juga menjabat sebagai Ketua HIPMI Kota Ternate.
Harapannya bukan semata tentang kompetisi, melainkan tentang membangun ekosistem yang memberi kesempatan kepada para pelaku kopi untuk terus belajar, bertumbuh, dan meningkatkan kualitas.
Keikutsertaan Ghozal dalam Manado Coffee Collective menjadi salah satu langkah untuk memperluas pengalaman sekaligus membawa pulang pengetahuan baru ke Ternate.
Ajang tersebut berlangsung di Allure Coffee Shop, Kota Manado selama dua hari, tanggal 9-10 Oktober 2026, dengan mendatangkan langsung Head Judge dari Bandung. Baginya pengalaman itu menjadi pengingat bahwa perkembangan industri kopi tidak hanya ditentukan oleh cita rasa dalam secangkir sajian, tetapi juga oleh kualitas manusia yang berada di baliknya.













