News

Kirab Pesona Kie Raha Nusantara, Merawat Warisan Budaya di Negeri Para Raja

5
×

Kirab Pesona Kie Raha Nusantara, Merawat Warisan Budaya di Negeri Para Raja

Sebarkan artikel ini
Ratusan peserta dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), komunitas seni, satuan pendidikan, paguyuban, dan kelompok masyarakat memeriahkan Kirab Pesona Kie Raha Nusantara di Sofifi, Maluku Utara, Jumat (9/10/2026).

kendali – Ratusan peserta dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), komunitas seni, satuan pendidikan, paguyuban, dan kelompok masyarakat memeriahkan Kirab Pesona Kie Raha Nusantara di Sofifi, Maluku Utara, Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-27 Provinsi Maluku Utara sekaligus upaya memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda.

Kirab yang diinisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara tersebut mengambil titik awal di Rumah Dinas Wakil Gubernur. Rombongan kemudian menyusuri Jalan 40 dan berakhir di kawasan Lapangan Tavamu.

Sepanjang rute kirab, masyarakat tampak memadati tepi jalan untuk menyaksikan beragam penampilan seni dan budaya, mulai dari tarian tradisional hingga pertunjukan kontemporer.

Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, mengatakan kirab budaya tidak sekadar menjadi ajang pawai, tetapi juga wujud komitmen untuk menjaga dan melestarikan warisan leluhur.

“Maluku Utara bukan hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena masyarakatnya yang terus menjaga warisan budaya leluhur. Kegiatan ini membuktikan bahwa setiap sudut Maluku Utara menyimpan bakat dan potensi luar biasa,” kata Sarbin.

Salah satu momen yang menarik perhatian adalah ketika Sarbin, didampingi pimpinan OPD dan perwakilan empat kesultanan, berjalan bersama peserta kirab dengan mengenakan pakaian adat. Kebersamaan tersebut mencerminkan penghormatan terhadap tradisi sekaligus kebanggaan atas keberagaman budaya di Maluku Utara.

Keberagaman juga terlihat dari pakaian adat yang dikenakan para peserta. Risang, salah satu aparatur sipil negara (ASN) yang mengenakan pakaian adat Jawa, mengaku senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman baru baginya.

Sementara itu, Egi dan Arie Tarigan turut meramaikan kirab dengan mengenakan pakaian adat Tobelo dan Batak. Egi berharap kegiatan semacam ini dapat meningkatkan pemahaman generasi muda tentang pentingnya menjaga warisan budaya bangsa.

Ia juga berharap kirab budaya dapat menumbuhkan kebanggaan terhadap sejarah dan identitas daerah Maluku Utara.

Setibanya di kawasan Bundaran Tavamu, rombongan kirab disambut masyarakat yang memadati lokasi. Sejumlah peserta menampilkan tarian tradisional, di antaranya Tari Cakalele, Tari Soya-Soya, dan Tari Cokaiba.

Ragam pertunjukan tersebut menggambarkan kekayaan tradisi dan keberagaman masyarakat Maluku Utara yang menjadi bagian penting dari identitas daerah.

Melalui Kirab Pesona Kie Raha Nusantara, Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap semangat pelestarian budaya terus tumbuh di kalangan generasi muda. Selain menjadi ruang ekspresi seni, kegiatan ini diharapkan memperkuat kebersamaan masyarakat dalam merawat warisan sejarah dan budaya untuk diwariskan kepada generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *