News

Jadi Prioritas, SPPG Talaga Puncak Tidore Resmi Beroperasi Dukung Program MBG

9
×

Jadi Prioritas, SPPG Talaga Puncak Tidore Resmi Beroperasi Dukung Program MBG

Sebarkan artikel ini
Peninjauan Dapur SPPG 3T Dusun Talaga Puncak.

kendali – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dusun Talaga Puncak, Kelurahan Rum, Kecamatan Tidore Utara, Kota Tidore Kepulauan, resmi beroperasi untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

SPPG Talaga Puncak menjadi salah satu titik pelayanan gizi yang diprioritaskan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar). Peresmian SPPG tersebut dilakukan serentak bersama sejumlah SPPG di wilayah timur Indonesia, Jumat (2/10/2026) pagi.

Peresmian dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe, Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman, Deputi Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN) Dr. Mariman Darto, Kepala BPMP Maluku Utara, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Koordinator Regional MBG Maluku Utara, Koordinator Wilayah MBG Kota Tidore, serta jajaran Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.

Dalam sambutannya, Mariman Darto mengatakan program MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Hal tersebut, kata dia, sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025.

Menurut Mariman, pelaksanaan program tidak hanya berorientasi pada penyaluran makanan, tetapi juga memastikan pemenuhan kebutuhan gizi, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

“Kami prioritaskan di daerah 3T. Selain arahan Presiden dan Kepala Badan Gizi Nasional, kami menginginkan agar daerah-daerah potensial di 3T juga mendapatkan program ini,” kata Mariman.

Ia menyebut, pembukaan SPPG secara serentak dilakukan di 16 provinsi, 116 kabupaten/kota, dengan total 480 SPPG atau dapur.

“Penerima manfaat, terutama 3B atau ibu hamil, ibu menyusui dan balita, maupun siswa, bisa merasakan Makan Bergizi Gratis,” ujarnya.

Mariman juga menyebut SPPG Talaga Puncak memiliki jumlah penerima manfaat paling sedikit dibandingkan SPPG lainnya yang diresmikan, yakni 49 orang.

Jumlah tersebut terdiri atas 18 siswa sekolah dasar, 11 guru, serta 20 penerima manfaat kelompok 3B yang mencakup ibu menyusui, ibu hamil, dan balita.

Menurut dia, kondisi tersebut tidak mengurangi pentingnya keberadaan SPPG Talaga Puncak. Sebaliknya, lokasi dapur yang dekat dengan sekolah diharapkan dapat mendukung proses penyediaan dan distribusi makanan agar tetap terjaga.

“SPPG ini nantinya harus bisa menjadi SPPG terbaik, karena jaraknya dekat dengan sekolah, sehingga proses masak dan distribusi MBG juga tetap terjaga,” katanya.

Gizi sebagai Investasi Masa Depan

Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe mengatakan pemenuhan gizi merupakan bagian dari investasi untuk masa depan.

Menurutnya, program MBG menjadi salah satu upaya pemerintah memperbaiki gizi masyarakat sekaligus menekan angka stunting.

“Memperbaiki gizi adalah investasi masa depan. Saat ini mimpi besar Indonesia bagaimana caranya gizi diperbaiki, stunting diturunkan, bahkan pola hidup gizi diberikan,” ujar Sarbin.

Ia mengakui pelaksanaan program MBG masih menghadapi tantangan dalam penerimaan di ruang publik. Karena itu, pemerintah, kata Sarbin, memiliki tanggung jawab untuk terus memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Sarbin menyebut cakupan penerima manfaat MBG di Maluku Utara saat ini belum mencapai 60 persen.

“Yang diresmikan hari ini saja belum, apalagi yang di pulau-pulau. Ini baru satu dari sekian pulau, ada 976 pulau di Maluku Utara,” katanya.

Karena itu, Sarbin meminta pengelolaan program MBG dilakukan oleh orang-orang yang jujur dan berintegritas agar pelaksanaannya tepat sasaran.

“MBG ini program yang luar biasa, maka butuh orang-orang jujur dan berintegritas yang harus mengelola ini, sehingga pelaksanaannya dapat maksimal, tepat sasaran dan tidak menimbulkan masalah,” ujarnya.

Pemkot Tidore Dorong Penambahan Titik SPPG

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman berharap keberadaan SPPG Talaga Puncak tidak hanya dilihat dari pembangunan fasilitas, tetapi dari manfaat yang diterima masyarakat.

“Kami berharap SPPG ini tidak hanya sekadar membuat fasilitasnya saja, tetapi pada intinya penerima manfaat bisa mendapatkan manfaat yang maksimal terhadap program ini,” kata Ahmad Laiman.

Ia mengapresiasi BGN dan pemerintah pusat yang telah menetapkan Talaga Puncak sebagai salah satu lokasi pelayanan MBG, mengingat wilayah tersebut berada cukup jauh dari pusat kota.

“Kami sangat berterima kasih kepada BGN dan jajarannya, juga kepada Pemerintah Pusat karena telah melakukan upaya terbaik sehingga menempatkan titik di salah satu dusun kami yang boleh dikatakan terpencil atau jauh jangkauannya dari wilayah kota,” ujarnya.

Meski demikian, Ahmad mengatakan masih terdapat sejumlah wilayah di Kota Tidore Kepulauan yang membutuhkan pelayanan serupa. Ia berharap usulan penambahan titik SPPG dapat mendapat respons dari BGN.

“Mudah-mudahan selanjutnya titik-titik yang telah diusulkan itu mendapat respons baik dari BGN,” katanya.

Ahmad menegaskan jumlah penerima manfaat di Talaga Puncak yang hanya 49 orang tidak seharusnya menjadi ukuran utama keberadaan program tersebut.

“Jangan dilihat dari jumlahnya, karena masyarakat Indonesia perlu mendapatkan manfaat terbaik dalam pemenuhan gizinya,” ujarnya.

Ia berharap program MBG dapat berkontribusi terhadap penurunan angka stunting di Kota Tidore Kepulauan, meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, serta mendukung lahirnya generasi yang berkualitas untuk pembangunan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *