News

Wali Kota Tidore Hadiri Rakornas Antisipasi Musim Kemarau 2026 Kementan RI

8
×

Wali Kota Tidore Hadiri Rakornas Antisipasi Musim Kemarau 2026 Kementan RI

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, berpose usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pertanian RI di Jakarta, Senin (20/4/2026). Kehadiran Wali Kota menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tidore dalam memperkuat ketahanan pangan dan menghadapi ancaman kekeringan ekstrem.

Kendali – Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Jakarta, Senin (20/4/2026).

Rapat strategis ini digelar sebagai respons atas prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi kekeringan ekstrem pada tahun 2026, sekaligus memperkuat langkah percepatan menuju swasembada pangan berkelanjutan.

Berdasarkan surat Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Nomor B-1336/SR.030/J/04/2026, dari Provinsi Maluku Utara hanya dua daerah yang diundang, yakni Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Halmahera Selatan. Hal ini menunjukkan posisi strategis kedua wilayah dalam penguatan sektor pertanian nasional.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dalam arahannya menegaskan bahwa tantangan perubahan iklim harus dihadapi secara kolektif dan berbasis data. Ia meminta pemerintah daerah untuk mempercepat optimalisasi embung, jaringan irigasi, serta penerapan teknologi pertanian modern.

“Mitigasi harus terencana dan berbasis data. Pemerintah daerah punya peran strategis memastikan ketersediaan air. Kita harus kompak mewujudkan Indonesia swasembada pangan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menekankan pentingnya percepatan realisasi anggaran dengan pendekatan kerja cepat dan tepat. Ia mengingatkan agar bantuan alat pertanian tidak terhambat oleh proses seremonial.

“Tanaman tidak menunggu anggaran. Hujan dan hama datang pada waktunya. Mulai Januari belanja harus sudah berjalan,” ujarnya.

Usai mengikuti rakor, Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen menyampaikan apresiasi atas perhatian Kementerian Pertanian terhadap daerahnya. Ia menilai keikutsertaan Tidore dalam forum nasional ini sebagai bentuk pengakuan terhadap potensi pertanian daerah.

“Visi pembangunan Tidore mencakup pertanian, perikanan, dan pariwisata. Ini sejalan dengan prioritas nasional. Kami bersyukur karena usulan program tahun 2026 mendapat perhatian,” ungkapnya.

Wali Kota juga menginstruksikan jajaran Dinas Pertanian dan perangkat daerah terkait untuk segera menindaklanjuti program yang telah disetujui pemerintah pusat. Ia menegaskan pentingnya kesiapan daerah dalam implementasi agar tidak kehilangan peluang dukungan.

Adapun dukungan strategis dari Kementerian Pertanian meliputi percepatan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, pemanfaatan pompanisasi, penyediaan varietas tanaman tahan kekeringan, serta penguatan sistem informasi iklim bagi petani.

Melalui rakornas ini, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan optimistis mampu menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus berkontribusi pada target nasional, termasuk swasembada beras, gula, serta peningkatan produksi komoditas strategis lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *