kendali – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Maluku Utara yang berhasil lolos sebagai nominasi 11 besar nasional Kota Terinovatif 2025.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Tidore, Saiful Bahri Latif menjelaskan, capaian itu berdasarkan surat Kementerian Dalam Negeri Nomor 400.10.11/8767/SJ tentang Tahapan Penilaian Presentasi Kepala Daerah dalam rangka pemberian penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2025.
“IGA merupakan penghargaan bergengsi atas pencapaian inovasi pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten, maupun kota. Skor tertinggi diraih oleh daerah yang masuk kategori Kota Terinovatif, dan Tidore termasuk di dalam 11 besar nasional,” ujar Saiful.
Ia menambahkan, pada tahun 2024 lalu Kota Tidore Kepulauan meraih predikat “Kota Sangat Inovatif” dengan skor 70,00 dan menempati urutan ke-17 nasional. Namun tahun ini, nilai sementara Tidore meningkat tajam menjadi 92,00, dengan jumlah 227 inovasi daerah, sehingga berhasil menembus 11 besar nasional dan diundang Kementerian Dalam Negeri untuk melakukan presentasi di Jakarta.
Lebih lanjut, Saiful menegaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari komitmen Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tidore dalam mendorong kebijakan inovatif yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Wali Kota mengeluarkan Instruksi Gerakan 200 Inovasi, mendorong setiap OPD membuat tiga inovasi, serta Kecamatan, Bagian, RSD, Puskesmas, Desa, dan Kelurahan masing-masing satu inovasi,” jelasnya.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan.
“Kesuksesan ini berkat kerja sama semua pihak, mulai dari pimpinan hingga staf pengelola inovasi. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tim inovasi di OPD, RSD, Kecamatan, Puskesmas, Desa, dan Kelurahan,” tambahnya.
Saiful menutup dengan menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Wali Kota Muhammad Sinen dan Wakil Wali Kota Ahmad Laiman, Tidore terus membuktikan diri sebagai daerah yang mampu tumbuh melalui kreativitas dan inovasi.
“Meskipun Tidore tanpa tambang, kita bisa mendorong pembangunan daerah dengan inovasi. Insya Allah, inovasi ini akan berdampak nyata bagi penurunan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.













