News

Udara Tidore Memburuk, Dinkes Minta Warga Lindungi Diri dengan Masker

16
×

Udara Tidore Memburuk, Dinkes Minta Warga Lindungi Diri dengan Masker

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan, Saiful Salim.

Kendali — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tidore Kepulauan melibatkan seluruh puskesmas untuk memantau kualitas udara menyusul asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah Tidore. Hasil pemeriksaan pada 12–14 Oktober 2026 menunjukkan kualitas udara di sejumlah titik berada pada kategori tidak sehat, bahkan sangat tidak sehat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan, Saiful Salim, mengatakan pemeriksaan dilakukan di sejumlah fasilitas umum dan lingkungan masyarakat di setiap kecamatan. Pemantauan ini bertujuan mengidentifikasi tingkat pencemaran udara sekaligus mengantisipasi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

“Pengukuran kualitas udara menggunakan alat mini particle counter CEM DT-96. Hasil pemantauan menunjukkan konsentrasi PM2.5 dan PM10 telah melebihi nilai ambang batas. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan,” kata Saiful saat dikonfirmasi, Rabu (14/10/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang Kesehatan Lingkungan, nilai ambang batas PM2.5 yang digunakan dalam pemeriksaan tersebut sebesar 25 µg/m³, sedangkan PM10 sebesar 70 µg/m³. Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan rata-rata konsentrasi kedua jenis partikel tersebut telah melampaui ambang batas.

Menurut Saiful, kondisi udara yang tercemar dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama iritasi dan gangguan saluran pernapasan. Karena itu, pemantauan kualitas udara perlu diikuti dengan identifikasi sumber pencemaran serta penyampaian informasi risiko kepada masyarakat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan di sejumlah titik, termasuk pelabuhan, pasar, sekolah, perkantoran, puskesmas, dan ruang terbuka, sebagian besar lokasi tercatat berada pada kategori tidak sehat.

Dinkes Tidore pun mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika berada di fasilitas umum, tempat pelayanan publik, dan lingkungan pendidikan.

“Walaupun sekolah sudah diliburkan, masyarakat yang masih beraktivitas di luar rumah tetap diimbau menggunakan masker untuk mengurangi risiko paparan udara yang tidak sehat,” ujarnya.

Selain melakukan pemantauan, Saiful mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh puskesmas untuk menyiapkan persediaan obat-obatan dan oksigen guna mendukung pelayanan bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Sejumlah Titik Terdeteksi Tidak Sehat

Hasil pemeriksaan Dinkes Tidore menunjukkan sejumlah lokasi berada pada kategori tidak sehat. Di antaranya Pelabuhan Rum, UPT Puskesmas Ome, MAN 2 Tidore, Masjid Al Furqan di Kelurahan Ome, UPT Puskesmas Tomalou, MAN 1 Tidore, SPN Polda Maluku Utara, SD Negeri Gurabunga, Kantor Lurah Gurabunga, dan Lapangan Taman Siswa.

Kategori yang sama juga ditemukan di Pelabuhan Speedboat Sofifi, SDN MIS Balbar, Jalan Raya Kilometer 40 Sofifi, UPT Puskesmas Galala, UPT Puskesmas Akelamo, SMP Negeri 8 Tidore, Pelabuhan Loleo, SDN Akelamo, Pelabuhan Gita, UPT Puskesmas Talagamori, SMP Negeri 13 Tidore, Pasar Tului, Pustu Trans, UPT Puskesmas Lifofa, serta SMA Negeri 7 Kota Tidore Kepulauan.

Sementara itu, kualitas udara dengan kategori sangat tidak sehat ditemukan di dua lokasi, yakni UPT Puskesmas Rum Balibunga dan SMP Negeri 7 Kota Tidore Kepulauan.

Adapun kualitas udara kategori sedang tercatat di UPT Puskesmas Soasio, Pasar Rakyat Gosalaha, dan Pelabuhan Sarimalaha.

Dinkes Tidore terus mengingatkan masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak, menggunakan masker saat berada di luar rumah, serta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan jika mengalami keluhan pernapasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *