Kendali- Pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, kembali menjadi sorotan di Piala Dunia 2026. Kali ini bukan karena strategi di lapangan, melainkan reaksinya terhadap seorang suporter Argentina yang mengibarkan bendera Israel sesaat setelah Mesir tersingkir usai kalah dramatis 2-3 pada babak 16 besar di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Selasa (7/7) waktu setempat.
Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan Hossam Hassan berjalan menuju tribun penonton sebelum meludahi ke arah seorang suporter yang membentangkan bendera Israel. Sejumlah petugas keamanan kemudian segera menghalau pelatih berusia 59 tahun itu untuk mencegah situasi semakin memanas.
Insiden tersebut terjadi setelah Hossam Hassan menjadi perhatian dunia karena secara terbuka menyuarakan dukungan kepada Palestina. Seusai membawa Mesir menyingkirkan Australia pada babak 32 besar, ia mengelilingi lapangan sambil mengibarkan bendera Palestina dan mendedikasikan kemenangan timnya kepada rakyat Mesir serta warga Palestina yang terdampak perang di Gaza. Aksinya disambut gemuruh suporter yang meneriakkan “Free Palestine”.
Menjelang laga melawan Argentina, Hossam Hassan juga kembali menegaskan sikapnya dalam konferensi pers resmi FIFA. Ia mengatakan bahwa dukungannya kepada Palestina merupakan sikap kemanusiaan, bukan semata persoalan politik.
“Sebelum menjadi Arab, Muslim, atau apa pun, saya adalah seorang manusia. Melalui sepak bola saya ingin menyampaikan pesan: biarkan rakyat Palestina hidup,” kata Hossam Hassan dalam konferensi pers.
Dalam konteks itulah, kemunculan bendera Israel di tribun penonton dinilai banyak pihak sebagai tindakan yang berpotensi memancing reaksi, mengingat sikap Hossam Hassan terhadap isu Palestina telah diketahui publik selama turnamen berlangsung. Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi yang memastikan motif suporter tersebut membawa bendera Israel.
Media Mesir melaporkan Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) meminta dilakukan investigasi terhadap insiden tersebut, termasuk peran perangkat pertandingan dan sistem keamanan stadion yang dinilai gagal mengantisipasi tindakan yang berpotensi memicu provokasi di tengah tensi pertandingan. CNN Indonesia dan Harian Fajar juga melaporkan bahwa EFA mendesak adanya penyelidikan atas insiden tersebut.
Sampai saat ini, FIFA belum mengumumkan hasil investigasi maupun kemungkinan sanksi terhadap Hossam Hassan. Badan sepak bola dunia itu masih menunggu laporan resmi dari wasit dan penyelenggara pertandingan.













