Kendali — Panitia Festival Buku Maluku Utara (Book Fest Malut) 2026 terus mematangkan konsep kegiatan sekaligus memperluas jejaring kolaborasi menjelang pelaksanaannya yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 di Benteng Oranje, Kota Ternate.
Sebagai bagian dari persiapan, panitia menggelar pertemuan secara hybrid bersama Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) pada Jumat (19/6/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan gerakan literasi dan pengetahuan di Maluku Utara.
Direktur Eksekutif LP3ES, Fahmi Wibawa, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif penyelenggaraan Festival Buku Maluku Utara beserta berbagai gerakan literasi yang terus tumbuh di daerah tersebut. Menurutnya, buku dan tradisi membaca merupakan fondasi penting dalam membangun peradaban yang maju dan berdaya.
“LP3ES melihat gerakan literasi yang berkembang di Maluku Utara sebagai inisiatif yang penting dan strategis. Kami berharap kolaborasi ini dapat melahirkan program-program yang konkret, berkelanjutan, dan berdampak luas bagi masyarakat,” ujar Fahmi.
Ia menambahkan, gerakan literasi tidak hanya berhenti pada peningkatan minat baca, tetapi juga perlu berkembang menjadi gerakan pengetahuan yang mendorong produksi, dokumentasi, dan penyebaran gagasan dari daerah.
Sementara itu, Ketua Panitia Festival Buku Maluku Utara 2026, Dr. Yanuardi Syukur, mengatakan festival ini dihadirkan sebagai momentum untuk memperkuat budaya membaca dan menulis di Maluku Utara.
Menurutnya, kekayaan sejarah, budaya, serta sumber daya alam yang dimiliki Maluku Utara perlu terus didokumentasikan melalui karya-karya tulis agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
“Kita ingin Festival Buku Maluku Utara menjadi ruang lahirnya lebih banyak penulis dari daerah. Dari Maluku Utara, kita gaungkan kembali pentingnya literasi untuk Indonesia,” kata Yanuardi.
Beragam agenda telah disiapkan untuk memeriahkan festival tersebut, mulai dari pameran buku karya penulis Maluku Utara, Bacarita Buku, Meet and Greet bersama penulis, pelatihan Basic Writing bagi pelajar dan mahasiswa, peluncuran 100 buku karya anak Maluku Utara, penyusunan Ensiklopedia Penulis Maluku Utara, penghargaan bagi pegiat literasi, hingga pementasan seni dan budaya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Festival Buku Maluku Utara 2026 diharapkan menjadi ruang pertemuan antara penulis, pembaca, komunitas, akademisi, dan masyarakat untuk bersama-sama membangun ekosistem literasi yang lebih kuat dan berkelanjutan di wilayah kepulauan.













