Kendali — Komitmen peningkatan layanan kesehatan kembali ditunjukkan oleh RSUD Kota Tidore Kepulauan dengan menghadirkan program operasi celah bibir dan langit-langit gratis bagi masyarakat. Program ini menyasar semua kelompok usia, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa.
Direktur RSUD, Zuhrinah Ridwan, menjelaskan bahwa program sosial ini akan dilaksanakan dalam tahun berjalan dengan melibatkan kolaborasi lintas sektor. Selain dukungan dari Dinas Kesehatan dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, program ini juga membuka akses bagi pasien dari berbagai wilayah, seperti Morotai, Halmahera Selatan, hingga Kepulauan Sula.
“Seluruh tindakan operasi akan dipusatkan di Tidore, namun terbuka untuk masyarakat dari seluruh Maluku Utara,” ujarnya.
Dari sisi medis, penanganan akan dipimpin oleh tenaga profesional, salah satunya Drg. Ardian Sp.BMMf., MARS. Ia menegaskan bahwa program ini tidak terbatas hanya untuk pasien anak.
“Pasien dewasa juga bisa mengikuti. Baik yang belum pernah operasi maupun yang membutuhkan tindakan koreksi ulang,” jelasnya.
Menariknya, seluruh biaya operasi ditanggung oleh yayasan internasional, termasuk lembaga yang terafiliasi dengan Bill & Melinda Gates Foundation. Hal ini memungkinkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan berkualitas tanpa beban biaya.
Untuk memperkuat program, RSUD juga menggandeng berbagai pihak melalui skema CSR, termasuk perusahaan besar seperti NHM, IWIP, dan Antam, serta jaringan donor internasional. Tim medis yang dilibatkan pun merupakan gabungan dokter spesialis dari berbagai daerah, termasuk dari yayasan penanganan celah bibir di Bandung.
Program ini bukan yang pertama. Sebelumnya, kegiatan serupa pernah digelar di Tobelo pada 2023 dengan puluhan pasien berhasil ditangani dalam waktu singkat. Kini, RSUD Tidore menargetkan program ini menjadi agenda rutin sekaligus memperkuat posisinya sebagai pusat rujukan penanganan celah bibir dan langit-langit di Maluku Utara.
Dengan langkah ini, masyarakat tidak lagi harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan layanan bedah rekonstruksi yang layak.













