kendali – Dalam upaya memperkuat rekognisi budaya Indonesia di kancah internasional, Kagōunga secara resmi mengumumkan kolaborasi strategis dengan Puta Dino Kayangan dalam rangkaian misi diplomasi budaya di Jerman yang berlangsung pada akhir April hingga awal Mei 2026.
Melalui sinergi ini, kedua entitas membawa misi untuk memperkenalkan kekayaan warisan non-benda Maluku Utara melalui kombinasi visual wastra tenun dan pengalaman gastronomi autentik.
Delegasi yang dipimpin oleh Anita Gathmir ini dijadwalkan menghadiri gelaran bergengsi Lange Nacht der Konsulate yang diorganisir oleh Pemerintah Kota Hamburg pada 30 April 2026, atas undangan resmi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hamburg.
Puncak dari rangkaian kegiatan ini akan berlanjut pada gelaran Indonesisches Volksfest di Braunschweig pada 2 Mei 2026, dimana aspek wastra dan kuliner akan menjadi instrumen utama diplomasi.
Chief Marketing Officer Kagōunga Aiya Lee, menyatakan bahwa keterlibatan Popeda Instan dalam misi ini merupakan langkah konkret untuk menunjukkan adaptabilitas pangan lokal terhadap standar global.

Partisipasi Kagōunga dalam rangkaian kunjungan ini bukan sekadar upaya pemasaran, melainkan representasi dari resiliensi pangan berbasis sagu yang kini bertransformasi menjadi produk modern tanpa kehilangan esensi tradisinya.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kuliner Maluku Utara memiliki kesiapan teknis untuk merambah pasar internasional melalui inovasi produk siap masak yang komprehensif, Popeda Instan adalah contohnya,” ujar Aiya.
Senada dengan hal tersebut, Anita Gathmir selaku Founder Puta Dino Kayangan, menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam memperkenalkan identitas daerah di luar negeri. Beliau membawa visi agar audiens di Jerman dapat merasakan narasi Maluku Utara secara utuh.
“Kami membawa pengalaman yang melibatkan panca indera. Jika mata dimanjakan oleh motif tenun Puta
Dino, maka indera perasa akan mengenal identitas kami melalui papeda. Ini adalah diplomasi budaya yang organik, dimana kuliner dan wastra berjalan beriringan untuk menceritakan sejarah dan masa depan kami,” jelas Anita.
Melalui misi ini, baik Aiya Lee maupun Anita Gathmir menitipkan harapan besar bagi keberlanjutan dukungan struktural dari pemerintah daerah. Keduanya sepakat bahwa aksesibilitas dan dukungan strategis bagi pelaku usaha kreatif mutlak diperlukan agar representasi Indonesia Timur dapat terus eksis secara konsisten di panggung global.
Delegasi Puta Dino Kayangan, yang terdiri dari Anita Gathmir, Risnawati Ishak, dan Meianisa Ode Sila, dijadwalkan berada di Jerman hingga 4 Mei 2026 guna memastikan misi promosi dan edukasi ini berjalan.













