kendali – Rumah Sakit Daerah (RSD) Kota Tidore Kepulauan melakukan pertemuan dengan Direktur Utama BPJS Kesehatan guna membahas penguatan pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya terkait kebutuhan ambulans air untuk wilayah kepulauan, di Hotel novotel pulomas Jakarta Timur, Kamis (9/4/2026).
Direktur RSD Kota Tidore Kepulauan dr. Zuhrinah Ridwan M.Kes., Sp.PK., FIHFAA bersama Wakil Direktur I dr. Megawai Abubakar Sp.JP., FIHA melakukan konsultasi langsung dengan Direktur Utama BPJS Kesehatan Mayjen TNI (Purn.) Dr. dr. Prihati Pujowaskito Sp.JP (K), FIHA, M.M.R.S.. Pertemuan ini membahas kebijakan serta aspek teknis penyelenggaraan layanan JKN bagi masyarakat Tidore Kepulauan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyoroti sejumlah isu strategis, mulai dari implementasi kebijakan JKN di rumah sakit daerah, mekanisme pelayanan peserta BPJS Kesehatan, hingga tantangan teknis di lapangan.
Direktur RSD dr. Zuhrinah Ridwan menegaskan komitmen pihaknya untuk terus meningkatkan mutu layanan kesehatan, khususnya bagi peserta JKN. Ia menyebut koordinasi dengan BPJS Kesehatan penting agar pelayanan tetap sesuai regulasi yang berlaku.
“Koordinasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan pelayanan berjalan optimal dan sesuai kebijakan,” ujarnya.
Salah satu poin utama yang dibahas adalah kebutuhan ambulans air untuk mendukung rujukan pasien antar pulau. Kondisi geografis Tidore Kepulauan yang didominasi wilayah laut menjadikan transportasi medis laut sebagai kebutuhan mendesak, terutama dalam penanganan kasus darurat dan rujukan lanjutan.
Sementara itu, Wakil Direktur I RSD, dr. Megawai Abubakar, menambahkan optimalisasi ambulans air akan mempercepat proses rujukan dan memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat kepulauan.
“Ambulans air sangat penting untuk memastikan pasien mendapat penanganan cepat, terutama dari wilayah yang sulit dijangkau,” katanya.
Dalam pertemuan itu juga dibahas peluang dukungan kebijakan serta skema penjaminan layanan ambulans air bagi peserta JKN.
Melalui koordinasi ini, diharapkan pelayanan kesehatan di Kota Tidore Kepulauan, termasuk rujukan antar pulau, dapat semakin optimal, cepat, dan merata.













