Kendali — Di tengah dinamika situasi yang terjadi di wilayah Halmahera Utara dan Halmahera Tengah, Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan, persatuan, dan keamanan daerah.
Imbauan tersebut disampaikan secara resmi pada Jumat (3/4/2026), sebagai langkah antisipatif Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dalam menjaga stabilitas sosial di Maluku Utara, khususnya di wilayah Tidore.
Melalui surat imbauan bernomor 300/198/01/2025, pemerintah daerah menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kondusivitas. Dalam situasi yang penuh informasi dan dinamika, masyarakat diminta untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya, baik yang beredar secara langsung maupun melalui media sosial.
Wali Kota menegaskan bahwa ketenangan publik menjadi kunci utama dalam mencegah meluasnya dampak konflik. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat persatuan, tanpa membedakan latar belakang suku, agama, ras, maupun golongan.
“Menjaga kedamaian bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Kita harus tetap solid sebagai masyarakat yang menjunjung nilai kebersamaan,” pesan Muhammad Sinen.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, karena berpotensi memicu keresahan dan memperkeruh situasi. Pemerintah meminta agar setiap informasi disaring secara bijak sebelum dibagikan.
Dalam upaya menjaga stabilitas, masyarakat juga diminta untuk mempercayakan penanganan situasi kepada aparat pemerintah dan aparat keamanan, serta mendukung penyelesaian konflik melalui jalur damai.
Kewaspadaan lingkungan juga menjadi perhatian penting. Warga diharapkan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan hal-hal mencurigakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Tidore Kepulauan untuk terus menjaga daerah sebagai wilayah yang aman, damai, dan harmonis di tengah berbagai tantangan regional.













