News

Di Hadapan Bahlil, Gubernur Sherly Minta DBH Tak Dipotong dan Dorong Hilirisasi Industri

9
×

Di Hadapan Bahlil, Gubernur Sherly Minta DBH Tak Dipotong dan Dorong Hilirisasi Industri

Sebarkan artikel ini
Sambutan Gubernur Malut Sherly Tjoanda Laos dalam Musda) ke-VI Partai Golongan Karya (Golkar) Maluku Utara yang digelar di Bela Hotel, Minggu (12/4).

Kendali – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menyampaikan sejumlah pesan strategis saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI Partai Golongan Karya (Golkar) Maluku Utara yang digelar di Bela Hotel, Minggu (12/4).

Dalam kesempatan tersebut, Sherly menyambut kehadiran Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, bersama jajaran pengurus pusat dan daerah.

Di hadapan peserta Musda, Sherly menyoroti pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang mencapai 34 persen, tertinggi secara nasional. Namun, menurutnya, capaian tersebut belum sepenuhnya dirasakan masyarakat karena masih adanya ketimpangan pembangunan.

“Maluku Utara memiliki sumber daya alam yang sangat besar, tetapi kesejahteraan masyarakat belum dirasakan secara merata,” ujarnya.

Sherly juga mengungkapkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Maluku Utara mengalami pemangkasan signifikan dari pemerintah pusat, terutama pada Transfer ke Daerah (TKD), termasuk Dana Bagi Hasil (DBH).

Secara total, kata dia, pemangkasan anggaran yang terjadi di 10 kabupaten/kota dan tingkat provinsi mencapai sekitar Rp3,5 triliun.

“Hal ini sangat berdampak pada program pembangunan, terutama infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang sangat dibutuhkan di Maluku Utara,” jelasnya.

Ia pun berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut.

“Oleh karena itu, kami berharap pada 2027 nanti, DBH tidak lagi dipotong,” katanya.

Selain itu, Sherly turut menyoroti potensi pengurangan tenaga kerja di sejumlah kawasan industri. Ia menilai, kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui penguatan kebijakan hilirisasi industri.

Menurutnya, pemerintah pusat perlu mendorong pengembangan industri turunan, khususnya dari feronikel, seperti pembangunan pabrik stainless steel yang mampu menyerap tenaga kerja lokal.

“Kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi sebagai mitra strategis agar Maluku Utara benar-benar bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *