News

Tekan Inflasi Jelang Idulfitri 2026, Gubernur Sherly Luncurkan GPM dan Gebyar Pasar Murah di Sofifi

8
×

Tekan Inflasi Jelang Idulfitri 2026, Gubernur Sherly Luncurkan GPM dan Gebyar Pasar Murah di Sofifi

Sebarkan artikel ini
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, secara resmi membuka Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Gebyar Pasar Murah yang dipusatkan di Kampong Ramadan, Taman Sultan Tidore,

kendali – Pemerintah Provinsi Maluku Utara bergerak cepat menjaga stabilitas harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H. Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, secara resmi membuka Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Gebyar Pasar Murah yang dipusatkan di Kampong Ramadan, Taman Sultan Tidore, Sofifi, Senin (2/3).

Program yang diinisiasi Dinas Pangan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) ini bertujuan menekan laju inflasi daerah sekaligus menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok di tengah tren kenaikan harga jelang Lebaran.

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“Melalui paket subsidi ini, masyarakat cukup membayar Rp50 ribu untuk paket berisi beras premium 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, dan gula pasir 2 kilogram. Jika di pasar umum, harga paket ini mencapai Rp170 ribu hingga Rp180 ribu. Ada penghematan besar untuk membantu kebutuhan rumah tangga,” jelas Sherly.

Pada tahap awal, pemerintah menyiapkan total 9 ton paket sembako atau sekitar 1.000 kupon belanja dari Dinas Pangan. Sementara Disperindag menyediakan 300 paket untuk warga Sofifi dan 700 paket untuk warga Pulau Tidore. Paket tersebut diprioritaskan bagi masyarakat kategori ekonomi rendah (Desil 1–5).

Selain paket subsidi, Perum Bulog juga menyiagakan stok beras SPHP seharga Rp12 ribu per kilogram serta Minyak Kita seharga Rp15.700 per liter yang dapat diakses masyarakat umum.

Tak sekadar seremonial, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog langsung antara pemerintah dan warga. Menanggapi berbagai aspirasi, Gubernur menetapkan tiga kebijakan strategis di lokasi acara.

Pertama, menginstruksikan Dinas Sosial segera mengaktifkan kembali BPJS gratis bagi warga kurang mampu guna mempertahankan status Maluku Utara sebagai provinsi Universal Health Coverage (UHC).

Kedua, membuka akses pinjaman modal hingga Rp3 juta melalui program PNM Mekaar bagi pelaku usaha mikro, khususnya ibu-ibu pembuat takjil dan kue Lebaran.

Ketiga, memastikan perbaikan jalan di area Pasar Galala, Kota Tidore Kepulauan, mulai dikerjakan pada Juli 2026.

“Target kita adalah menekan laju inflasi daerah. Kami berharap masyarakat bisa beribadah dengan tenang tanpa terbebani kenaikan harga pangan yang tinggi,” tegasnya.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan paket sembako secara simbolis dan peninjauan lapak pedagang di Kampong Ramadan oleh Gubernur yang didampingi Wakil Gubernur, Sekretaris Provinsi, Ketua TP PKK Malut, perwakilan Bapanas, Kepala Bulog Ternate, serta jajaran pimpinan OPD Maluku Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *