News

Pemkot Tidore dan Burung Indonesia Susun Profil Keanekaragaman Hayati

7
×

Pemkot Tidore dan Burung Indonesia Susun Profil Keanekaragaman Hayati

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali kota Tidore Kepulauan Yang diwakili Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra, Rudy Ipaenin, S.STP, MH memberikan arahan pada Rapat Penyusunan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) Kota Tidore Kepulauan.

Kendali – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan bekerja sama dengan Burung Indonesia menggelar Rapat Koordinasi Penyusunan Profil Keanekaragaman Hayati (KEHATI) Kota Tidore Kepulauan.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Tidore Kepulauan yang diwakili Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Rudy Ipaenin, di ruang rapat Sekda Kota Tidore, Selasa (10/3/2026).

Dalam arahannya, Rudy Ipaenin menegaskan bahwa penyusunan profil keanekaragaman hayati bukan sekadar kegiatan administratif atau pemenuhan dokumen perencanaan, tetapi merupakan langkah strategis untuk mengenali, mendokumentasikan, sekaligus menjaga kekayaan alam yang dimiliki daerah.

Menurutnya, Kota Tidore Kepulauan dikenal memiliki kekayaan ekosistem darat dan laut yang luar biasa, mulai dari kawasan hutan, pesisir hingga wilayah laut yang menyimpan berbagai jenis flora dan fauna dengan nilai ekologis, ekonomi, dan budaya.

“Kekayaan tersebut merupakan aset penting bagi pembangunan daerah sekaligus menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaganya secara berkelanjutan,” kata Rudy.

Ia menambahkan, dalam konteks pembangunan daerah saat ini, isu keanekaragaman hayati tidak lagi dipandang hanya sebagai persoalan lingkungan semata, tetapi telah menjadi bagian dari agenda pembangunan yang berkaitan erat dengan ketahanan pangan, ekonomi masyarakat, pariwisata, hingga mitigasi perubahan iklim.

Karena itu, kata Rudy, penyusunan Profil KEHATI Kota Tidore Kepulauan memiliki arti penting karena akan menjadi basis data resmi mengenai potensi keanekaragaman hayati daerah, rujukan dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang berwawasan lingkungan, serta instrumen perlindungan dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

“Dokumen ini juga diharapkan menjadi landasan dalam pengembangan ekonomi berbasis sumber daya alam dan ekowisata,” ujarnya.

Rudy berharap melalui forum tersebut dapat dilakukan pengumpulan data, pertukaran informasi, serta penyamaan persepsi antara perangkat daerah, akademisi, dan para pemangku kepentingan.

“Partisipasi aktif seluruh pihak sangat dibutuhkan karena penyusunan profil ini tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan perguruan tinggi, komunitas lingkungan, dan masyarakat yang selama ini menjadi penjaga alam di wilayahnya masing-masing,” tambahnya.

Ia juga berharap dokumen profil yang dihasilkan nantinya tidak hanya menjadi laporan, tetapi benar-benar menjadi panduan dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan di Kota Tidore Kepulauan.

Rapat koordinasi ini menghadirkan narasumber Koordinator Burung Indonesia Wilayah Kepulauan Maluku–Maluku Utara, Benny Siregar. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan Ridwan Moh Yamin, Anggota DPRD Ardiansyah Fauji, pimpinan OPD terkait, Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata, serta akademisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *