kendali — Pemerintah Kota Tidore Kepulauan membuka peluang kerja sama investasi di sektor pariwisata dengan layanan penginapan berbasis glamour camping (glamping), Bobocabin.
Rencana pembangunan Bobocabin tersebut akan dikelola oleh investor PT Berkah Moloku Kie Raha dan berlokasi di kawasan Sirkuit Selawaring, Kelurahan Rum, Kecamatan Tidore Utara.
Peluang kerja sama ini dibahas dalam rapat antara Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dan tim Bobocabin yang dikoordinasikan Yuri Harya Hidayat, di Ruang Rapat Wali Kota, Kamis (26/3/2026). Rapat dipimpin Wakil Wali Kota Tidore Ahmad Laiman, didampingi Sekretaris Daerah Ismail Dukomalamo, serta dihadiri para asisten, staf ahli, dan pimpinan OPD.
Wakil Wali Kota Tidore Ahmad Laiman mengatakan, pemerintah daerah mendukung dan terbuka terhadap rencana investasi tersebut, selama memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pemerintah daerah sangat terbuka dan mendukung rencana kerja sama ini. Namun, ada catatan penting, yakni masyarakat tidak boleh dirugikan. Investasi ini harus memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kerja sama ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan daerah di tengah kondisi keuangan negara yang belum stabil.
Sementara itu, Ketua Tim Bobocabin, Yuri Harya Hidayat, menjelaskan bahwa kerja sama antara Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dan PT Berkah Moloku Kie Raha telah dirintis sejak tahun sebelumnya.
“Investornya adalah PT Berkah Moloku Kie Raha, sedangkan Bobocabin bertindak sebagai operator. Kami juga telah berinvestasi di beberapa wilayah, termasuk di Maluku Utara,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, rencana pembangunan awal akan dilakukan di Kelurahan Rum, tepatnya di kawasan Sirkuit Selawaring, yang dinilai memiliki potensi pemandangan yang menarik serta akses yang strategis dari Kota Ternate.
“Lokasi ini dipilih karena memiliki pemandangan yang bagus dan dekat dengan pintu masuk dari Ternate,” tambahnya.
Yuri juga menyebutkan, tahap awal pembangunan akan mencakup sekitar 10 unit Bobocabin dengan pembiayaan dari investor pada tahun pertama.
“Proses perencanaan hingga operasional diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 42 minggu. Kami juga membutuhkan dukungan pemerintah daerah, seperti pinjam pakai lahan, administrasi pendukung, serta fasilitas umum,” ujarnya.
Usai rapat tersebut, Sekretaris Daerah Ismail Dukomalamo membentuk tim kajian yang terdiri dari asisten dan pimpinan OPD untuk menyiapkan aspek administratif dan teknis guna mempercepat realisasi kerja sama ini.
Langkah ini diharapkan dapat mendorong pengembangan sektor pariwisata di Kota Tidore Kepulauan ke depan.















