kendali – Indonesia Creative Cities Network (ICCN) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan kota kreatif di Indonesia, kali ini dengan mendampingi Program Ternate Youth Planner 2026 di Kota Ternate.
Pada 17-18 Februari 2026, ICCN mengirimkan Zandri Aldrin Tuhepaly Deputi 2 Ekosistem Kreatif dan Pembangunan
Perkotaan bersama Abi Sutanrai Abdilah Direktur Ekosistem Kreatif Budaya Perkotaan Indonesia Creative Cities Network (ICCN) dan Muhammad Anwar Direktur Aktivasi Kebudayaan dan Pusaka ICCN, sebagai narasumber dan fasilitator TYP 2026 yang diselenggarakan di Kantor Bapelitbangda, Kota Ternate.
Deputi 2 Ekosistem Kreatif dan Pembangunan Perkotaan Zandri Aldin menyampaikan bahwa setiap kota dan kabupaten memiliki keunikan yang khas dari mulai sumber daya alam, budaya hingga sumber daya manusianya.
“Ternate kota yang punya peran dalam sejarah Indonesia bahkan Dunia. Misalnya rempah yang saat era kolonial nilainya seperti emas, awal riset dan perkembangannya ya di Ternate maka dari itu ICCN hadir ingin membersamai perkembangan di Kota Ternate,” jelasnya.
Sementara Direktur Ekosistem Kreatif Budaya ICCN Abi Sutanrai Abdilah, membawa pengalaman dan keahliannya sebagai founder Bangunkota dan direktur pelaksana Komite Ekraf Kota Bekasi.
Ia memaparkan strategi untuk mengintegrasikan identitas budaya Ternate ke dalam pengembangan kota kreatif, termasuk redefinisi city branding “Ternate Kota Rempah” dan implementasi konsep Living Museum.
“ICCN berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan kota kreatif Ternate dan memastikan peningkatan PDRB sektor kreatif dan kesejahteraan masyarakat Ternate yang berkelanjutan,” kata Abi.
Selain itu Direktur Aktivasi Kebudayaan dan Pusaka ICCN, Muhammad Anwar memfasilitasi diskusi dan memaparkan strategi untuk mengakselerasi pengembangan kota kreatif Ternate.
“Penting sekali melakukan pemetaan aset dan inkubasi solusi untuk meningkatkan potensi kreatif kota,” katanya.
Hasil kegiatan ini menunjukkan kontribusi ICCN di Ternate berfokus pada agregasi lintas pihak, transformasi metodologi, dan akselerasi nasional.
ICCN juga merumuskan empat poin navigasi utama untuk diintegrasikan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, termasuk experience branding, program “Kampung Institute”, digitalisasi “Your Sense Journey”, dan roadmap UCCN Gastronomi.













