kendali – Presiden Tidore ( Nama Panggung ) kembali menorehkan kiprah di kancah internasional melalui performa dalam program “Alkisah” yang digelar di Singapore Art Museum (SAM), tepatnya di Tanjong Pagar Distripark, Singapura, pada 7 Februari.
Program “Alkisah” merupakan kolaborasi lintas negara yang melibatkan jaringan seni dari Singapura, Indonesia, dan Jepang. Salah satu mitra dalam program tersebut adalah Hyphen — Office for Arts and Research and Development dari Yogyakarta.
Dalam keterangannya, Presiden Tidore menjelaskan bahwa “Alkisah” adalah program pembacaan narasi artistik, dimana para seniman dari berbagai latar belakang membacakan teks tentang riwayat penciptaan karya mereka.
“Sebelumnya, seluruh peserta dari berbagai negara telah merekam suara mereka dalam format audio (MP3) lalu diunggah ke Spotify Hyphen untuk didengarkan. Saya kemudian mendapatkan apresiasi itu untuk dipentaskan,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, dalam konsep awal program, partisipasi seniman dilakukan melalui pemutaran audio rekaman masing-masing peserta. Namun, pada kesempatan tersebut, dirinya menjadi satu-satunya peserta yang diundang untuk membawakan “Alkisah” secara langsung melalui pertunjukan live.
“Di panggung itu, saya menjadi satu-satunya peserta yang membacakan ‘Alkisah’ secara langsung,” ungkapnya.
Dalam penampilannya, Presiden Tidore mengangkat konsep tentang tenun Indonesia yang pernah ia singgahi di berbagai provinsi. Narasi tersebut dibacakan dengan balutan gaya Hip-Hop, menciptakan perpaduan antara tradisi dan ekspresi kontemporer yang disimak oleh peserta dari berbagai negara.
Ia pun menyampaikan apresiasi atas kesempatan tampil di panggung internasional tersebut.
“Saya sangat berterima kasih bisa tampil di panggung internasional Singapore Art Museum, dan juga kepada Hyphen yang telah mengundang,” tutupnya.













