kendali – Tahun 2026 membuka peluang besar untuk Indonesia Creative Cities Network ( ICCN ) dalam mempertajam arah strategis organisasi dan memastikan dampak nyata bagi ekosistem kota kreatif di seluruh Indonesia.
Dalam Rapat Kerja Terbatas (Rakertas) bersama jajaran Executive Committee (Exco) dan seluruh deputi pada 12–13 Februari 2026 di Jakarta.
Agenda ini menjadi momentum bagi ICCN untuk melakukan konsolidasi internal sekaligus mempertajam arah strategis dan memastikan dampak nyata bagi ekosistem kota kreatif di Indonesia.
“ICCN adalah simpul yang menghubungkan komunitas dan jejaring kabupaten/kota kreatif. Kami ingin memastikan setiap pengurus bergerak dalam satu semangat kolaborasi. Kita tidak hanya menyusun program, tetapi memperkuat tata kelola agar agenda kota kreatif bergerak mandiri, berkelanjutan, dan berdampak,” ujar ketua ICCN Fiki Satari.
Dalam rapat tersebut, dipaparkan rencana kerja jangka pendek hingga panjang yang terangkum dalam 54 paket kerja. Portofolio ini terdiri dari program turunan dari instrumen Catha Ekadasa (11 Jurus Kota Kreatif) dan 3 program pendukung (Super Platform ICCN, AJAR dan Management Office UCCN).
Ketua Harian ICCN, Vicky Arief, menekankan pentingnya efisiensi kerja melalui konsep RACI (Responsible, Accountable, Consulted, Informed).
“Catha Ekadasa menjadi panduan utama kami dalam melakukan orkestrasi lintas kedeputian. Ada dua format yang kami jalankan: implementasi 11 program inti secara paralel dan penggunaan instrumen tersebut sebagai alat koordinasi antar-deputi,” jelas Vicky.
Selain itu memasuki bulan kedua kepengurusan, ICCN juga melakukan transformasi digital dalam manajemen organisasi. Sekretaris Eksekutif ICCN, Mario Devys, mengungkapkan bahwa seluruh progres kerja kini dipantau melalui platform Notion.
“Kami menggunakan alat manajemen program yang bisa dimonitor harian oleh seluruh pengurus. Ini memastikan setiap program berjalan sesuai linimasa, terukur, dan akuntabel,” kata Mario.
Sebagai penutup, Ketua Umum ICCN Fiki Satari mengingatkan bahwa seluruh inisiatif ini harus “mendarat” dengan baik di tingkat lokal. Keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari kemegahan program di pusat, tetapi dari sejauh mana jejaring ICCN di daerah merasakan manfaat yang berkelanjutan.
Sejauh ini Indonesia Creative Cities Network (ICCN) adalah jejaring organisasi yang menghubungkan 254 kota/kabupaten kreatif di seluruh Indonesia untuk mendorong kolaborasi, inovasi, dan pembangunan ekonomi berbasis kreativitas yang berkelanjutan.













