kendali – Malang Creative Fusion (MCF) bersama jejaring lintas komunitas pelaku ekonomi kreatif (ekraf) Kota Malang menggelar instalasi cahaya di kawasan eks Toko Roti “Delicious”, sebagai bentuk dukungan atas penetapan Malang sebagai Kota Kreatif Dunia kategori Media Arts.
Kegiatan yang melibatkan sejumlah studio kreatif, komunitas, dan pelaku usaha ini memanfaatkan aset parkiran milik Pemerintah Kota Malang yang terintegrasi dengan bangunan bersejarah sebagai medium eksplorasi media arts berbasis teknologi.
Beberapa entitas yang terlibat antara lain Immerstal, Enggal Studio, Utero Indonesia, Paradise Picture, Kochiro, Chatten Cafe, serta Zenzardy Foto dan Videografi. Kolaborasi tersebut menjadi simbol sinergi industri kreatif Malang Raya dalam memperkuat identitas kota berbasis budaya dan teknologi.
Manfaatkan Bangunan Bersejarah
Eks Toko Roti “Delicious” dipilih karena dinilai merepresentasikan narasi sejarah Kota Malang. Bangunan tersebut menjadi simbol perjalanan ekonomi dan sosial kota di masa lalu, yang kini dihidupkan kembali melalui pendekatan visual digital tanpa mengubah struktur fisiknya.
Instalasi cahaya dipilih karena minim intervensi fisik, ramah terhadap bangunan heritage, serta efektif sebagai media sosialisasi gerakan Malang Media Arts. Selain itu, konsep ini dinilai sebagai alternatif urban advertising berbasis digital yang adaptif terhadap perkembangan teknologi kreatif.
Dukungan penggunaan ruang dari pemerintah daerah juga dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat ekosistem media arts di Kota Malang.
Perkenalkan Malang Media Arts Community
Momentum tersebut sekaligus menjadi ajang perkenalan Malang Media Arts Community (MMAC) yang diprakarsai oleh MCF. Komunitas ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi lintas disiplin yang menggabungkan talenta kreatif, budaya, dan teknologi.
Koordinator MCF sekaligus Founder Utero Indonesia, Dadik Wahyu Chang, mengatakan kolaborasi komunitas, korporasi, dan pemerintah menjadi fondasi penting dalam membangun identitas kota kreatif.
“Kolaborasi ini bukan sekadar event, tetapi bagian dari penguatan ekosistem jangka panjang,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pelaku kreatif, di antaranya Founder Enggal Studio Sukmo dan Kurniawan, Ketua Harian ICCN sekaligus Founder Paradise Picture Vicky Arief, serta Founder Chatten Cafe Arif S.
Dadik juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Malang, Dinas Perhubungan Kota Malang, serta Wali Kota Malang Wahyu Hidayat atas dukungan penggunaan lokasi.
Perkuat Identitas Kota Kreatif
Kegiatan ini tidak hanya menjadi pertunjukan visual, tetapi juga penanda transformasi ruang kota sebagai media narasi publik. Melalui pendekatan media arts, bangunan bersejarah diharapkan menjadi ruang dialog antara sejarah, budaya, dan teknologi.
Dengan kolaborasi lintas sektor, jejaring ekraf Malang menegaskan komitmennya menjadikan Kota Malang sebagai pusat media arts yang inklusif dan berkelanjutan.













