Kendali– Sejarah besar tercipta di lantai kayu Indonesia Arena, Senayan. Timnas Futsal Indonesia resmi menyandang status sebagai history maker setelah berhasil melangkah ke final Piala Asia Futsal 2026 untuk pertama kalinya. Kepastian ini diraih usai menundukkan raksasa Asia, Jepang, dengan skor ketat 5-3 melalui babak tambahan waktu yang penuh drama.
Tampil di hadapan ribuan pendukung fanatik, Indonesia langsung menunjukkan taringnya. Samuel Eko membuka keran gol yang membuat seisi stadion bergemuruh. Pertandingan berlangsung sengit hingga saling kejar angka tak terelakkan.
Firman Adriansyah sempat membawa asa juara membumbung tinggi setelah golnya mengubah skor menjadi 3-2. Namun, drama terjadi tepat di detik terakhir waktu normal. Jepang mendapatkan penalti kontroversial yang memaksa skor berakhir imbang 3-3, membuat ketegangan memuncak hingga ke babak tambahan.
Mental Juara di Babak Tambahan
Di masa krusial, skuat Garuda menunjukkan mentalitas baja. Reza Gunawan menjadi pahlawan dengan golnya yang mengubah kedudukan menjadi 4-3. Jepang yang panik kemudian menerapkan strategi power play habis-habisan.
Petaka bagi Jepang muncul saat Dewa Rizki berhasil mencuri bola dan melepaskan tembakan jarak jauh ke gawang yang kosong. Gol tersebut mengunci skor menjadi 5-3 sekaligus memastikan langkah Indonesia ke partai puncak.
Keberhasilan menumbangkan tim sekaliber Jepang bukan sekadar kemenangan biasa, melainkan bukti bahwa level futsal Indonesia telah berevolusi. Status history maker kini melekat pada pundak para pemain yang akan menantang Iran di laga final.
Indonesia kini berdiri di ambang juara. Publik futsal tanah air kini tertuju pada satu misi terakhir: menaklukkan Iran dan mengangkat trofi Piala Asia Futsal untuk pertama kalinya dalam sejarah.















