Kendalikek

Kampoeng Rameang 2025 Membawa Konsep Living Heritage and Beyond 3-6 September di Pelataran Tugulufa

35
×

Kampoeng Rameang 2025 Membawa Konsep Living Heritage and Beyond 3-6 September di Pelataran Tugulufa

Sebarkan artikel ini
Gapura masuk Kampoeng Rameang yang di laksanakan di tahun 2024 di area pelayaran Pantai Tugulufa Tidore Kepulauan, Foto; Istimewa.

kendaliKampoeng Rameang Season 4 bakal Lebih seru lagi dengan konsep yang berbeda dari tahun sebelumnya.

Berangkat dari isu dan narasi pengembangan industri budaya dan kreatif di Tidore. Dimana dihadapkan dengan tantangan besar, seperti menjaga dan merawat tradisi, sementara sisi lain harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman untuk menuju perubahan.

Kampoeng rameang hadir untuk menjawab tantangan tersebut, yang diselenggarakan pada 03 – 06 september 2025 di pelataran pantai Tugulufa Kota Tidore Kepulauan, yang di gagas melalui kolaborasi agensi Kreatif MEUS dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tidore Kepulauan ( Disbudpar ).

Kampoeng rameang menjadi jawaban dari tantangan zaman, untuk memberikan perubahan bagi ruang inovasi di kota Tidore Kepulauan,”tutur Creative director Albughdadi saat konfirmasi, kamis (28/08/2025).

Salah satu Band saat tampil pada acara kampoeng rameang Tahun sebelumnya, Foto; istimewa.

Albughdadi menjelaskan dalam rangka membuka ruang inovasi, pelestarian budaya, dan kreativitas, kampoeng rameang 2025 mengkonsepkan ruang bagi setiap subsektor kreatif yang ada. UMKM lokal, artist lokal, pelaku usaha dan pemerhati industri kreatif, budaya dan seni juga siapa saja yang merasa terpanggil, di ruang kampoeng rameang tersebut.

Kampoeng rameang adalah living prove bahwa Tidore serius dalam pengembangan dan pelestarian juga expose budaya lokal yang siap bersaing di ruang nasional bahkan internasional,”terangnya.

Warna kekhasan Tidore, dan nilai-nilai moril, juga cara-cara orang Tidore berhasil dikemas dengan sangat baik dan mampu dikolaborasikan dengan vibes yang menyesuaikan dengan perkembangan jaman.

Kampoeng rameang adalah tempat di mana kolaborasi dan inovasi tercipta dan di saat yang bersamaan orang-orang tetap menjaga dan merawat tradisi, tidak melupakan asal, justru menjadikan itu kekuatan untuk berkembang,”lanjutnya.

Living heritage and beyond mewakili apa yang menjadi tujuan kampoeng rameang sekaligus menjadi jawaban dari tantangan zaman, yaitu hidup berdampingan dengan warisan dan beyond diterjemahkan sebagai bentuk penegasan bahwa Tidore mampu akrab dengan perkembangan dan tetap bisa mempertahankan keaslian dan kearifan yang diwariskan oleh para leluhur.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *